VDNi Biang Kerok Statement Kapolda Sultra?

186
Ilustrasi REDAKSIANA.ID
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Munculnya statement Kapolda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam yang mengatakan bahwa Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang tiba dibandara Haluoleo Kendari adalah TKA yang kembali usai mengurus perpanjangan Visa kerja di Jakarta, akhirnya terungkap sudah.

Kapolda menegaskan bahwa, pernyataan yang dikeluarkannya itu, berdasarkan konfimasi ke managemen PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNi) dan pihak perusahaan menyampaikan bahwa tidak ada TKA baru yang datang dari China.

‚ÄúPihak perusahaan mengatakan, bahwa mereka adalah TKA lama yang mengurus visa. Makanya, kami menyampaikan berdasarkan informasi yang diterima, “ungkapnya dalam konferensi pers di Polda Sultra, Selasa (17/3/2020).

Kapolda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam saat menggelar Konferensi Pers di Mapolda Sultra, Selasa (17/3/2020).

Ia juga mengakui bahwa sebelum memberikan informasi ke publik, dirinya terlebih dahulu mengkonfirmasi ke pihak-pihak untuk mengetahui kebenaran video berdurasi 00.58 detik yang diabadikan oleh salah seorang warga saat dibandara Haluoleo Kendari, pada Minggu malam (15/3/2020).

“Setelah kami gali informasinya, bahwa TKA itu datang dari Jakarta, peryataan saya yang ada dimedia terkait TKA semata-mata hanya berupaya untuk meredam situasi yang mulai memanas, kerena saat kami mengelar rapat bersama Pemprov dan usur Forkopimda se-Sultra, disaat itu pula muncul video yang diviralkan oleh seorang warga, “papar Brigjen Pol Merdisyam.

Selain itu kata Kapolda, terkait dengan keberangkatan awal TKA China tersebut diakuinya merupakan kewenangan dari Imigrasi.

“Jadi untuk soal dari keberangkatan awal mereka (TKA) itu merupakan ranah Imigrasi, “pungkasnya

Untuk diketahui dalam pemberitaan sebelumnya,
Video berdurasi 00.58 detik yang direkam oleh salah satu warga di Bandara Haluoleo Kendari itu dipenuhi puluhan Warga Cina yang keluar dari pintu kedatangan bandara dengan menggunakan masker penutup mulut.

Meski demikian Kapolda Sultra menegaskan bahwa TKA itu merupakan para pekerja tambang Morosi yang kembali ke Sultra usai memperpanjang izin kerja di Jakarta.

Tak hanya itu ia juga memberi peringatan keras yang segaja mengupload video itu hingga membuat resah masyarakat.

Alhasil usai membuat statement itu, warga yang merekam video tersebut juga langsung diamankan oleh Tim Siber Polda Sultra. Identitas pria yang merekam video tersebut diketahui berinisial HJ (39) tahun warga kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Penulis : Falonk

Apa Komentar dan Pendapat Anda