Unik! Pria Asal Kendari Curi Hp Pakai Ritual Bugil

413
Ilustrasi
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Sungguh unik si pencuri Handphone satu ini. Sebelum beraksi Ariel (32) melakukan ritual bugil untuk mengelabui korbannya.

Bahkan pria ini telah melakukan aksinya di 50 Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Foto pelaku.

Namun saat ini Ariel pun harus meratapi nasib dibalik jeruji usai diringkus tim Buru Sergap (Buser) 77 Sat Reskrim Polres Kendari.

Penangkapan terhadap Ariel berdasarkan laporan warga. Kemudian pihak Polres Kendari melalui tim Buser 77, berhasil mengamankan pelaku saat sedang bekerja sebagai kuli bangunan di Alolama, Senin (17/02/2020) lalu.

Kasatreskrim Polres Kendari, AKP Sofwan Rosyidi mengatakan, pelaku setiap malam melancarkan aksinya dengan berjalan kaki, guna memantau kondisi rumah-rumah warga yang terlihat sepi.

“Saat berhasil menentukan target rumah yang akan dimasuki, ada keunikan tersendiri pada pelaku. Ketika memasuki rumah ia biasanya melakukan ritual menggunakan baju dobel tiga lapis dan meninggalkan bajunya saat selesai mencuri, atau terkadang telanjang saat beraksi membobol rumah, “ungkapnya saat menggelar konferensi pers di Mapolres Kendari, Rabu (26/2/2020).

Lebih lanjut Sofyan mengatakan, pelaku tersebut merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama. Dimana Ariel melakukan perbuatan yang sama pada tahun 2015 hingga 2017.

“Pelaku menggunakan modus yang sama seperti kasus sebelumnya, dengan memasuki rumah lalu menggasak barang yaitu Handphone, “ujarnya

Barang bukti hasil kejahatan pelaku.

Hingga saat ini pihak Polres Kendari masih melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah masih terdapat pelaku lain atas kasus pencurian tersebut.

“Untuk saat ini yang kami ketahui pelaku menjual barang hasil curiannya di Konawe. Dan sebelumnya pelaku juga sempat mengaku memiliki teman saat beraksi, namun setelah kami lakukan pengembangan nyatanya tidak kami temukan, “ujar Sofwan.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, Ariel dikenakan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Penulis : Zian

Editor   : Ifal Chandra

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda