UI Kembangkan Antibodi Virus Corona, Madu Sulawesi Penangkalnya

195
Dosen sekaligus Peneliti dari Fakultas Teknik UI, Muhammad Sahlan. (Foto/REDAKSIANA.ID).
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : JAKARTA – Ditengah gencarnya pemberitaan soal virus Corona (Covid-19). Beberapa rempah-rempah yang dituding mampu menangkal virus itu, juga beredar di media sosial.

Dimana kunyit, jahe, kayu manis dan lengkuas dapat menjadi antibodi virus Corona.

Kepada Redaksiana.id, Kali ini seorang Dosen sekaligus Peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) Muhammad Sahlan, mengklaim telah mengembangkan senyawa propolis asli Indonesia yang dihasilkan oleh lebah Tetragonula biroi aff, sebagai alternatif pengobatan dan pencegahan penyebaran virus Corona.

Kata Sahlan, propolis yang dimaksud merupakan suatu senyawa yang terkandung di dalam madu murni (madu hutan) yang terbukti memiliki komponen penghambat alami untuk menghasilkan obat dengan efek negatif minimal terhadap tubuh manusia.

Pria dengan gelar Dr. Eng. Muhamad Sahlan, S.Si, M. Eng tersebut menjelaskan, komposisi propolis disetiap daerah tidak selalu sama. Bahkan menurut dia negara lain dapat sangat berbeda.

Hal ini karena propolis memiliki karakteristik berbeda tergantung pada sumber tanaman, lebah dan lokasinya.

“Untuk propolin ini kita dapat dari Sulawesi saat melakukan penelitian dengan tim dari Jepang 2019 lalu. Itu didapat dari jenis lebah yang tidak bersengat (Tetragonula biroi aff) yang memanen madu dari getah pohon Nyamplung, “kata Sahlan, Jumat (6/3/2020).

Dari propolin ini didapat 9 senyawa berbeda, namun hanya 3 memilik nilai tinggi yaitu senyawa Sulawesins A -7.9, Sulawesins B -7.6 dan deoxypodophyllotoxin -7.5.

Sedangkan di China, Prof. Yang dari Shanghai Tech University yang berhasil memetakan struktur protein virus Corona juga mengembangkan senyawa N3 yang memiliki nilai -8.

Sahlan menjelaskan bahwa nilai senyawa dari propolin Indonesia tersebut mendekati nilai senyawa N3, yang artinya propolin dapat digunakan sebagai alternatif obat untuk Covid-19.

“Jadi, semakin negatif nilai yang dimiliki menunjukkan semakin besar kemampuan senyawa menempel pada virus Covid-19. Hal ini membuat virus tidak dapat menempel pada sel hidup manusia untuk kemudian berkembang biak, “ungkapnya

“Yang menarik bagi saya, propolis yang saya teliti ini memiliki sifat menghambat proses menempelnya virus terhadap sel manusia yang mirip dengan senyawa N3, “lanjut Sahlan.

Saat ini penelitiannya akan maju ke tahap klinis. Sahlan menuturkan timnya akan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UI dan negara lain yang sudah dapat mengembangkan penangkal virus Corona.

“Nanti kita akan lakukan uji klinis, kita akan kerja sama dengan Fakultas Kedokteran UI dan Australia yang saat ini sudah mengembangkan penangkal virus Corona, “kata Sahlan.

‚ÄúTentu saja penelitian ini belum masuk kedalam tahapan klinis karena Indonesia sendiri baru mengumumkan pasien positif Corona. Selain itu jujur sebenernya kami masih belum meliliki patner dan kekurangan dana untuk pengembangan anti virus ini, “jelas Sahlan.

Penulis : Sandi

Apa Komentar dan Pendapat Anda