Tuntut Statement Danlanud HLO, DPD JOIN Kendari Desak Danlanud Minta Maaf Kepada Para Jurnalis

17
Ketua DPD JOIN Kendari, Mirkas saat menyampaikan orasinya (FOTO: Aryani/Redaksiana)
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Puluhan jurnalis yang tergabung dari tiga organisasi wartawan yakni DPD Jurnalis Online Indonesia (JOIN) dan Ikatan Media Online (IMO), menggelar aksi demonstrasi di kawasan Lanud Haluoleo (HLO), Kamis (16/07/2020).

Aksi damai kali ini merupakan bentuk tuntutan massa aksi atas statement Danlanud HLO, yang dianggap melukai hati jurnalis saat meliput kedatangan TKA cluster ke-3 beberapa waktu lalu.

“Kami meminta agar Danlanud mencabut statementnya, bahwa jurnalis ditunggangi teroris. Statement tersebut melukai kami, wartawan di Sultra. Saya yakin wartawan dimanapun tidak menerima jika profesinya dikatakan ditunggangi teroris,” ujar Koordinator aksi Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kendari, Mirkas, dalam orasinya.

Ikas menegaskan, bahwa Danlanud HLO harus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh jurnalis, khususnya di Sultra.

“Beliau harus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh rekan-rekan awak media,” ujar ikas dalam orasinya.

Tak hanya itu, massa aksi juga mendesak agar kinerja Danlanud HLO dievaluasi lagi, mengingat pernyataan tersebut dianggap tak mencerminkan profesionalitas seorang petinggi TNI yang selama ini sangat dihormati dan diapresiasi oleh para jurnalis, tak terkecuali di Sultra. Desakan ini disuarakan oleh Ketua IMO Sultra, Jeffry.

“Kami mengimbau agar kinerja Danlanud HLO dievaluasi kembali. Jika perlu, copot saja jabatannya, kalau pada akhirnya tidak hanya melukai hati kami, tapi juga mencoreng nama baik institusi TNI,” ujar Jeffry.

Sementara itu, Danlanud HLO, Kolonel Pnb Muzafar sendiri, tak hadir menemui massa aksi, sehingga ia dianggap tak memberikan tanggapan apapun di tengah riak tuntutan massa.

Tulisan: Aryani fitriana

Apa Komentar dan Pendapat Anda