Tim Bareskrim Polri Usut Penambangan Hutan Lindung di Sultra

39
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono membenarkan adanya sejumlah penyidik Bareskrim dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Ditipidter) melakukan perjalanan dinas ke Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Bahwa benar penyidik Tipidter Bareskrim melakukan perjalan dinas ke Provinsi Sultra dalam rangka melengkapi berkas penyidikan,” ungkap Argo, Kamis (07/05/2020).

Karena waktu penyidikan kawasan hutan lindung hanya tersisa 38 hari, dari batas waktu 90 hari.

Olehnya itu, tim Ditipidter Bareskrim Polri terbang dari Bandara Udara Internasional Soekarno–Hatta menuju Bandara Halu Oleo, Kendari dengan mencarter jet komersil lantaran terbatasnya penerbangan ditengah pandemik Covid-19.

“Penyidik sudah melaksanakan protokol Covid-19 di Jakarta dengan adanya surat keterangan kesehatan, membawa surat tugas dari Polri, ada hasil rapid test, dan mereka mengisi kartu kewaspadaan kesehatan atau HAC,” katanya.

“Polri, hanya ingin merampungkan perkara tindak pidana kehutanan. Jika tidak dilakukan penindakan, dikhawatirkan akan bertambah luas kerusakan lingkungan di kawasan hutan lindung tersebut dan dapat berakibat merugikan ke anak cucu nantinya,” ucap Argo.

Selain itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kota Kendari, La Ode Muhammad Hajar Doni menyampaikan, kedatangan jet komersil yang ditumpangi penyidik Bareskrim Polri di Bandara Halu Oleo, pada pukul 19.45 Wita.

La Ode memastikan, semua orang yang masuk ke Bandara Halu Oleo, terlebih dahulu telah melakukan pemeriksaan dengan protokol kesehatan.

Tulisan: Aryani fitriana

Apa Komentar dan Pendapat Anda