Terkait Keterlambatan Pembayaran THR dan ADD, DPRD Konsel Gelar RDP

57
Irham Kalenggo (tengah) saat pimpin RDP (FOTO: Humas DPRD Konsel)
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONSEL – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Selatan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), terkait keterlambatan pembayaran THR pada sebagian instansi.

RDP tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Konsel, Irham Kalenggo yang didampingi oleh Wakil Ketua I Armal dan dihadiri oleh Anggota DPRD dan pihak BPKAD Konsel, pada Selasa (02/06/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Irham Kalenggo meminta penjelasan pihak Pemda Konsel terkait keterlambatan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) yang hingga kini belem kunjung dibayarkan pada beberapa instansi dilingkup Pemda Konsel.

Selain THR, Irham juga mempertanyakan terkait pembayaran Anggaran Dana Desa (ADD) tahap I tahun 2020 yang belum terealisasi hingga saat ini.

“Kami minta penjelasan dari Pemerintah Daerah (Pemda) terkait keterlambatan THR yang masih belum terbayarkan di beberapa instansi. Selain itu juga terkait ADD yang hingga kini belum terealisasi. Dan masalah SK aparat desa, ini sebenarnya apakah ditanda tangani oleh Bupati atau Kepala Desa,” tanya Irham saat pimpin RDP.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala BPKAD Kabupaten Konsel, Sahlul memberikan penjelasan terkait keterlambatan pembayaran THR disebabkan pada bulan Mei, anggaran DAU (Dana Alokasi Umum) yang di terima sebesar Rp. 58 milyar.

Namun setelah adanya refocusing mengalami penurunan anggaran sebesar 75 milyar, sehingga sisa saldo 11 milyar. Dan dana 11 milyar inilah yang digunakan untuk membayar gaji pokok pegawai yang ada dilingkup Pemda Konsel.

“Dan untuk dana THR apabila rata-rata gaji pegawai sebesar 26 milyar maka dana THR yang harus dikucurkan sebesar 24 milyar.

Kemudian anggaran 13 milyar, kami distribusikan ke instansi kesehatan, keuangan dan kecamatan, termasuk guru-guru, tapi untuk guru belum kami bayarkan karena menunggu sertifikasi. Dan terkait ADD sedang dalam proses persiapan pencairan,” terang Sahlul.

Penulis: Agus Muhaimin

Apa Komentar dan Pendapat Anda