Terkait Aroma Limbah Pabrik PT Merbau, DPRD Konsel: Kami Akan Panggil Pihak Perusahaan

36
Pabrik pengolahan kelapa sawit milik PT Merbau Jaya (FOTO: Istimewa)
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONSEL – Persoalan bau tak sedap yang diduga berasal dari limbah pabrik milik PT. Merbau yang sempat dikeluhkan oleh masyarakat Desa Laeya, kini mendapat tanggapan serius dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Setelah sempat ramai diberitakan di beberapa media, Anggota DPRD Kabupaten Konsel yang berasal dari Dapil III tersebut langsung turun ke lapangan melakukan kunjungan dan audiensi terhadap masyarakat Desa Laeya, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konsel.

Rombongan dalam kunjungan tersebut terdiri dari Nadira, Sutiono, Dr. Sabri Taridala, Achmad Arno dan didampingi oleh Kapolsek Lainea AKP Hendry Reviles serta Babinsa Koramil Lainea Bripka Robert.

Anggota DPRD Konsel dari Fraksi PAN, Nadira mengungkapkan, jika perusahaan PT. Merbau melanggar aturan sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan polusi udara, maka pihaknya akan menindaklanjuti sesuai peraturan yang ada.

“Jika terbukti pihak perusahaan melanggar aturan sehingga menimbulkan dampak pencemaran lingkungan dan polusi udara, pasti kami selaku Legislatif akan tindaklanjuti sesuai dengan prosedur dan undang-undang yang berlaku,” ucapnya saat kunjungan di Desa Laeya, Rabu (13/5/2020).

Nadira pun langsung menginstruksikan kepada Pemerintah Desa Laeya serta pihak yang merasakan dampak dari limbah tersebut, untuk segera menyampaikan surat keberatan secara resmi kepada pihak Bupati dan DPRD Konsel.

“Nanti setelah masuk surat tersebut di DPRD, kami akan segera memanggil pihak perusahaan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konsel serta pihak-pihak terkait untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP),” ucap Politisi PAN ini.

Nadira pun berharap, dengan adanya tindakan tegas ini, kedepannya pihak perusahaan dapat memberikan dampak yang baik kepada masyarakat serta mempunyai kontribusi yang positif dan dapat menguntungkan masyarakat sekitar.

“Yang kita inginkan dengan adanya perusahaan dan pabrik khususnya di Konsel ini dapat memberikan kontribusi serta dampak yang baik terhadap masyarakat, bukan malah sebaliknya memberi dampak buruk terhadap masyarakat dan lingkungan,” tegasnya.

Perlu diketahui, sebelumnya masyarakat Desa Laeya sangat mengeluh dengan adanya bau busuk yang ditimbulkan dari limbah pabrik kelapa sawit milik PT. Merbau Jaya, yang telah rasakan sejak berdirinya pabrik tersebut pada Desember tahun 2019 lalu serta pihak perusahaan tidak pernah memberikan kompensasi kepada masyarakat.

Penulis: Agus Muhaimin

Apa Komentar dan Pendapat Anda