Stock Langka, Harga Masker di Jakarta Meroket

82
Ilustrasi design REDAKSIANA.ID
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : JAKARTA – Sejak ramai diberitakannya dua orang warga Depok yang positif terjangkit virus corona, permintaan akan masker melonjak drastis.

Hal ini menyebabkan stok masker di Toko-toko kesehatan menipis, bahkan di beberapa apotek sudah tidak memiliki persediaan cadangan.

Salah satu apotek di Jakarta Barat sudah tidak melayani pembelian masker, dikarenakan stok cadangan masker digudang mereka sudah habis. (Foto Sandi/REDAKSIANA.ID).

Kebutuhan masker yang meningkat juga dimanfaatkan penjual dengan menaikkan harga masker melonjak sangat drastis dari harga aslinya. Salah satunya di Pasar Pramuka, Jakarta Timur (Jaktim).

Kepada Redaksiana.id, salah seorang pedagang obat dan alat kesehatan, Nany mengaku harga masker dengan merek Sensi sudah melonjak drastis.

Kata dia, masker itu awalnya dijual dengan harga Rp25 ribu satu box (isi 50 lembar), kini harganya menjadi Rp350 per box.

“Kemarin-kemarin diborong kebanyakan oleh orang China. Sekarang orang Indonesia yang borong, “kata Nany.

Sementara itu di Pasar Glodok, Jakarta Barat juga mengalami hal serupa. Setiap orang ke Glodok membeli masker dalam jumlah banyak.

Warga berbondong menyerbu toko obat & alat kesehatan yang masih menjual masker dan hand sanitizer di kawasan Pasar Glodok, Jakarta Barat. (Foto Sandi/REDAKSIANA.ID).

Tidak hanya memborong masker para pembeli juga membeli hand sanitizer yang harganya juga ikut naik.

Salah seorang pembeli Alin, mengeluhkan betapa sulit mencari toko yang masih menjual masker di tempatnya.

Ia juga terkejut saat menyambangi toko kesehatan di Glodok dan mengetahui betapa tingginya harga untuk masker dan hand sanitizer.

“Cari di apotek deket rumah udah habis semua. Pas ada harganya mahal sekarang. Masker aja bisa sampai Rp260 ribu padahal harga aslinya cuma sekitar Rp15 ribu per box. Terus hand sanitizer sebotol juga udah Rp110 ribu, “keluh Alin kepada Redaksiana.id

Meski demikian, untuk antisipasi maraknya penyebaran virus corona ditengah temuan dua orang Indonesia yang positif terkena virus corona, Alin mengaku terpaksa membeli masker dan hand sanitizer meski harganya mahal.

Penulis : Sandi

Editor    : Ifal Chandra

Apa Komentar dan Pendapat Anda