ST Nickel Kebal Aturan, Pemerintah Terkesan Tutup Mata

63
Truck muatan ore nikel milik ST Nikel saat mereka sedang istirahat di jajanan kuliner PJR Pondidaha.
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Aktivitas penggunaan jalan umum oleh PT. ST Nickel Resources menuju dermaga PT. Tiara Abadi Sentosa (TAS) kian makin meresahkan masyarakat dan para pengguna jalan.

Pasalnya, muatan ore yang diangkut menggunakan truck sewaan ST Nickel kerap jatuh kejalan dan ditambah lagi sering terjadinya kemacetan akibat ratusan truck ST Nickel lalu lalang melintasi jalan umum tersebut.

Hal itu mendapat sorotan dari Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hendro Nilopo, saat diwawancara Redaksiana.id, Sabtu (28/3/2020).

Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo

Hendro menilai bahwa pihak terkait terkesan tutup mata melihat aktivitas ST Nickel, sebab kata dia pengangkutan ore nikel atau haulling perusahaan itu menempuh jarak yang sangat jauh. Dimana dermaga PT. TAS sendiri berada di Kecamatan Abeli Kota Kendari.

“Pihak terkait jangan pura-pura buta melihat aktivitas haulling ST. Nickel menuju Dermaga PT. TAS, coba bayangkan pengangkutan Ore Nickel atau Haulling ini jaraknya sangat jauh lho, ST. Nickel berlokasi di Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe sedangkan Dermaga PT. TAS berlokasi di Kelurahan Tondonggeu Kecamatan Abeli, Kota Kendari, “ungkapnya

“Apa lagi pengangkutan Ore Nickel atau Haulling itu di lakukan pada waktu larut malam, dari arah Pondidaha menuju Abeli, dan ini sudah berjalan sekitar seminggu lebih kalau nggak salah, saya punya dokumentasi pengangkutan dan surat jalan dari salah satu sopir mereka, “tambah Hendro.

Pria sapaan Don HN ini juga menambahkan, hal yang serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu yang diduga juga dilakukan oleh perusahaan yang sama. Namun kejadian tahun lalu itu kata HN menggunakan dump truck dari arah Pondidaha menuju Kelurahan Mata, sedangkan sekarang menggunakan Truck biasa dan ditutupi terpal.

“Untuk itu saya mengingatkan kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Konawe dan Dinas Perhubungan Provinsi Sultra untuk segera mengentikan aktivitas Haulling PT. ST. Nickel Resources dari Pondidaha menuju dermaga PT. Tiara Abadi Sentosa di Kelurahan Tondonggeu Kota Kendari karena mereka sudah menggunakan jalan umum, “tegasnya

Bahkan ia pun meyakini bahwa pihak Dinas Perhubungan Sultra paham soal aturan mengenai larangan bagi perusahaan menggunakan jalanan umum untuk kepentingan pribadi.

“Jadi tidak ada alasan untuk membiarkan aktivitas tersebut. Kalau hal ini dibiarkan terus menerus maka tidak menutup kemungkinan akan terjadinya konflik horizontal di masyarakat, sebelum masyarakat yang bertindak sebaiknya pihak Dinas Perhubungan segera mengambil tindakan sesuai dengan tupoksinya, “pungkas Hendro

Penulis : Falonk

Apa Komentar dan Pendapat Anda