Sejumlah Hotel di Kendari Tunggak Pajak Setengah Miliar Lebih

378
Ilsutrasi design REDAKSIANA.ID
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Tim Yustisi gabungan dari SatpolPP, Kejaksaan Negeri, TNI-Polri, serta Bagian Hukum dan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Kendari, mencatat ada setengah miliar lebih tunggakan Hotel di Kendari.

Tak hanya Hotel saja, rumah makan juga meninggalkan pajak belasan miliar.

Hal itu dikatakan, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Kendari, Sri Yusnita, Jum’at (28/2/2020).

Tim Yustisi saat memberikan plang spanduk di ke salah satu hotel penunggak pajak di Kota Kendari.

“Hingga 31 Januari 2020, BPPRD Kota Kendari mencatat, tunggakan pajak hotel sebesar Rp795.893.440, sedangkan tunggakan pajak rumah makan sebesar Rp 17.148.050.,”paparnya

Sri juga mengatakan, akibat tunggakan itu pihaknya juga telah memberikan sanksi berupa penempelan spanduk bertandakan hotel selaku objek pajak telah menunggak pajak daerah.

“Sebenarnya pajak yang ditagih ini adalah uang masyarakat yang dititip pada wajib pungut (hotel dan rumah makan. Namun mereka belum menyerahkan pada pemerintah, “ujarnya

Sri mengatakan Hotel yang dimaksud ada tujuh bangunan. Meski demikian Kepala BPPRD ini rupanya enggan untuk merincikan Nama-nama hotel tersebut.

“Lama tunggakan pajak ke tujuh hotel ini beragam, mulai dari 11 bulan hingga 5 tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut kata dia, hotel yang telah dipasangi plang pemberitahuan akan diberikan waktu satu bulan untuk menyelesaikan kewajibannya.

“Jika tidak maka kemungkinan terburuk adalah dicabutnya izin usaha mereka, “tegas Sri

Ia juga memaparkan bahwa, pembayaran dan pemungutan pajak daerah serta retribusi daerah secara sistem online, diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Kendari Nomor 24 Tahun 2019.

“Penagihan pajak dengan mendatangi langsung wajib pajak ini adalah bagian dari pendekatan humanis yang dilakukan pemerintah. Tujuannya, untuk mendapatkan kepastian jika wajib pajak yang menunggak menyatakan sanggup untuk melunasi utang pajaknya, “pungkas Sri.

Penulis  : Olin

Editor     : Ifal Chandra

Apa Komentar dan Pendapat Anda