Sandera Lima WNI, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan 30 Juta Peso

184
Ilustrasi REDAKSIANA.ID
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : JAKARTA – Lagi-lagi kelompok perompak bajak laut bersenjata, Abu Sayyaf di Filipina Selatan, menyandera lima Warga Negara Indonesia (WNI)

Mereka yakni Riswanto Bin Hayono, Edi Bin Lawalopo, La Baa, Arizal Kastamiran dan Arshad Bin Dahlan Juragan.

Mereka disandera saat melaut di perairan Lahad Datu, Sabah, Malaysia pada 15 Januari.

Bahkan Kelompok itu juga meminta tebusan senilai 30 Juta Peso atau sekitar Rp8,4 Miliar untuk membebasakan lima tawanan itu.

Penculik kelompok Abu Sayyaf ini dipimpin Bong. Kelima WNI ini dibawa ke Kota Parang, Pulau Sulare, Kepulauan Sulu. Jaraknya sekitar 16 kilometer dari pulau utama.

Saat ini kelima WNI itu dilaporkan berada dalam cengkeraman kelompok Abu Sayyaf pimpinan Abu Mike.

Komandan Komando Mindanao Barat, Letjen Cirilito Sobejana, mengungkapkan bahwa, permintaan tebusan itu diketahui setelah anak buahnya yang bertugas di Sulu menyadap pesan dari para penyandera.

Menurut Sobejana, kelompok penyandera juga mengontak perusahaan tempat kelima WNI tersebut bekerja sebagai nelayan.

Dia mengatakan informasi itu juga diterima oleh petugas penghubung perusahaan tersebut yang berada di Filipina.

Meski begitu, Sobejana menegaskan tidak akan mengabulkan tuntutan para penyandera.

“Kami harus memegang teguh kebijakan menolak permintaan tebusan. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan para sandera. Itu adalah jaminan yang bisa saya sampaikan kepada para keluarga dan orang terkasih mereka, “kata Sobejana, seperti dikutip dari Inquirer, Selasa (3/3).

Untuk diketahui, Kelompok Abu Sayyaf dikenal kerap menyandera warga asing untuk dimintai tebusan. Bahkan tebusan yang mereka minta terbilang sangat fantastis hingga puluhan miliar.

Terkadang kelompok ini juga tidak segan membunuh sanderanya, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Penulis : Mahmudi

Editor    : Ifal Chandra

Apa Komentar dan Pendapat Anda