Riwayatmu Kini, Gedung Uji KIR Dishub Sekadau Terbengkalai Tidak Berpenghuni

243
Kondisi bangunan kantor Uji KIR milik Dishub Sekadau yang nampak kosong. (Foto Yahya Iskandar/REDAKSIANA.ID).
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID: SEKADAU (KALBAR) – Gedung pengujian Kendaraan Bermotor atau KIR di Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), hingga saat ini belum beroperasi.

Padahal, Gendung KIR yang terletak dijalan Sanggau-Sekadau ini telah dibangun oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Sekadau pada tahun 2011 dan rampung pada tahun 2012.

Meski begitu, bangunan ini rupanya terlihat sepi dan tidak berjalan sebagaimana peruntukannya.

Salah satu bangunan Gedung UJI KIR milik Dishub Sekadau yang terlihat kusam. (Foto Yahya Iskandar/REDAKSIANA.ID).

Akibatnya, Para Supir yang hendak melakukan pengujian kendaraan harus beralih ke Kabupaten Sanggau.

Berdasarkan pantauan Redaksiana.id, Selasa (25/2/2020), gedung tersebut nampak kosong dan tidak ada satupun petugas jaga.

Selain itu, beberapa bangunan sudah mulai rusak seperti mulai berkaratnya pintu teralis, jendela sudah mulai ada yang lepas dan hanya dipaku dengan papan.

Tak berhenti sampai disitu, akses jalan menuju tempat itu nampak tidak dirawat karena sudah mulai mengecil akibat tumbuhnya rumput, sehingga gedung tersebut terlihat sudah tidak terawat.

Salah satu supir desa Sungai Ringin, pengangkut pasir dan batako Mas Budi merasa dirugikan seandainya harus Uji KIR di Kabupaten Sanggau karena sangat menyita waktu dan biaya.

Gedung Uji KIR Dishub Sekadau yang kosong dan terkunci. (Foto Yahya Iskandar/REDAKSIANA.ID).

Kepada Redaksiana.id, Budi yang merupakan supir pengangkut pasir dan batako merasa dirugikan. Sebab kata dia, seandainya harus Uji KIR di Kabupaten Sanggau pasti sangat menyita waktu dan biaya.

“Kalau harus KIR ke Sanggau sangat menyita waktu dan biaya dan juga kalau KIR pun terkadang belum tentu lolos, “terangnya.

Olehnya itu ia berharap kepada pemerintah, agar memberikan solusi yang terbaik dan Uji KIR di Sekadau cepat direalisasikan dan pelayanannya. dipermudah.

“Saya mewakili para supir berharap kepada pemerintah agar cepat difungsikan bangunan tersebut, dan untuk KIR nya sendiri dipermudah dan tidak dipersulit, “harap Budi.

Ditempat terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sekadau, Isbianto menepis hal tersebut. Kata dia bangunan itu terlihat baik-baik saja.

Nampak dari depan Kondisi kantor Uji KIR Dishub Sekadau yang terlihat kosong saat ditelusuri media ini, Selasa (25/2/2020).

“Untuk saat ini bangunan tersebut baik-baik saja dan alat yang sudah kita belipun tidak ada masalah, dan kita sudah honorkan tenaga yang standby 24 jam untuk menjaganya disitu agar alat tersebut tidak ada yang hilang atau dicuri, “ucap Isbianto saat ditemui diruang kerjanya, Senin,(24/2/20).

Dia juga menjelaskan bahwa, untuk mengoperasikan pengujian Kendaraan Bermotor yang ada di Kabupaten Sekadau ini terbilang masih sangat terbatas. Sebab alat tersebut cukup mahal, dan setiap tahunnya Dishub Sekadau hanya membeli 1 buah alat yang dimana seluruh jumlah alat tersebut ada 9 buah.

“Kalau untuk masalah alat kita setiap tahun membelinya satu-satu dan jumlah alat tersebut ada 9 buah dan harus dikalibrasi dengan standar yang berlaku dan untuk tanggungjawab alatnya sendiri adalah kontraktor yang membeli alat tersebut, “beber Isbianto.

Lanjutnya lagi, terkendalanya pengoperasian pada alat uji KIR ini, berada pada masalah tenaga yang menguji alat tersebut yang dikarenakan harus sudah memenuhi tingkat III.

“Untuk di Sekadau Sendiri kita baru mempunyai tenaga dengan tingkat I dan tahun ini kita akan kirim orang untuk mengikuti Uji kompetisi tingkat III. Sehingga merekalah yang bisa menguji kendaraan roda empat maupun roda enam,” bebernya.

Sementara itu dihari yang sama, melalui wawancara via selulernya. Kadis Perhubungan Sekadau, Yasin membenarkan bahwa gedung Uji KIR itu dibangun tahun 2011, dan rampung pada tahun 2012.

“Untuk bangunannya sendiri dibangun pada tahun 2011 dan selesai pada tahun 2012, “singkatnya

Bahkan Ia juga mengatakan, belum difungsikannya gedung tersebut dikarenakan sebelumnya alat pengujian KIR-nya itu belum engkap. Dan nanti pada akhir tahun 2019 kemarin baru ada. Sehingga tahun 2020 ini akan segera difungsikan.

“Pertama kita membeli alat pada tahun 2013 ada satu, dan pada APBD perubahan tahun 2019 baru lengkap yaitu 9 buah, dan juga alat itu dikalibrasi oleh Dishub pusat apakah layak alat tersebut dapat difungsikan dan akan mendapatkan Akreditasi, dan tahun ini akan difungsikan, “jelas Yasin.

Kemudian setelah alat itu dikalibrasi dan dapat akreditasi, pada bulan April nanti akan dilaunching oleh Bupati dan bisa difungsikan.

“Untuk bangunan yang sudah mulai rusak, tahun ini juga akan kita perbaiki bangunan yang rusak, sehingga akan kita bersihkan karena gedung tersebut layak digunakan, “pungkasnya.

Penulis : Yahya Iskandar

Editor    : Ifal Chandra

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda