PT VDNI Pekerjakan 92 Persen Tenaga Kerja Asal Sultra

32
Tenaga kerja lokal yang berada di PT VDNI (FOTO: Istimewa)
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONAWE – PT Virtue Dragon Nikel Industry (VDNI) yang membangun pemurnian nickel atau smelter di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menyerap sebanyak 11.227 orang tenaga kerja lokal.

Dari belasan ribu orang tenaga kerja lokal di kawasan industri tersebut, terdapat 92 persen merupakan tenaga kerja asal Sulawesi Tenggara, dan 8 persennya lagi dari luar Sultra atau Tenaga Kerja Asing (TKA).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sultra, Saemu Alwi. Kata dia keberadaan PT VDNI dan PT OSS di Kawasan Industri di Konawe tersebut turut menciptakan transfer teknologi dari tenaga kerja asing (TKA) ke pekerja lokal.

Hal ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan sumber daya manusia lokal yang bekerja di perusahaan tersebut.

“Sebelum ada industri ini jelas tidak ada serapan yang 11 ribu itu. Kalau kita bicara tentang serapan yang ada sekarang pasti besar lah manfaatnya. Tentu ada perbedaannya” ungkapnya, Minggu (21/06/2020).

Alwi menjelaskan, di kawasan industri tersebut terdapat ahli teknologi, dan setiap TKA itu didampingi dengan tenaga kerja Indonesia.

Sehingga pada saatnya nanti pekerjaan-pekerjaan itu bisa dilimpahkan pada pekerja Indonesia. Kemudian yang kedua, ada juga yang disekolahkan sampai ke China untuk jenis jabatan pekerjaan tertentu.

Lanjut menurut Alwi, perusahaan tersebut telah memenuhi prosedur dan aturan yang berlaku. Pihaknya juga telah menerima surat dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja per tanggal 7 April 2020. Surat tersebut menyetujui Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) untuk bekerja di Konawe.

“Intinya adalah menyampaikan ke pemerintah daerah Sulawesi Tenggara bahwa Kementerian Ketenagakerjaan itu telah mengeluarkan RPTKA untuk kedatangan kurang lebih 500 TKA itu. Dengan rincian itu 200 itu untuk VDNI dan 300 untuk OSS. Itu surat kami sudah terima” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Forkopimda Sultra telah menyetujui kedatangan 500 TKA asal China. 500 TKA ini merupakan tenaga ahli yang nantinya akan bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) untuk mempercepat pembangunan smelter.

Untuk diketahui, kawasan mega industri Morosi saat ini sendiri masih dalam tahap pembangunan, sehingga peluang adanya lapangan kerja baru yang dapat menampung hingga puluhan ribu tenaga kerja sangat terbuka.

Tulisan: Aryani fitriana

Apa Komentar dan Pendapat Anda