Polda Sultra Lepas 22 Alat Berat, Warga Boenaga : Itu Milik PT NPM

110
22 alat berat yang disebut milik PT.NPM yang sebelumnya di segel di Desa Boenaga, Kecamatan Lasolo Kepulauan.
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Sudah seminggu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyegel 22 alat berat perusahaan tambang di Desa Boenaga, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Konawe Utara (Konut).

Bahkan, berdasarkan informasi yang dihimpun, 22 alat berat yang diberi garis police line itu justru sudah dilepas.

Anehnya lagi hingga saat ini Polda Sultra sama sekali belum mengungkap siapa pemilik alat berat tersebut.

Kepada redaksiana.id, salah seorang pekerja tambang yang berada dilokasi itu mengatakan, bahwa puluhan alat berat itu telah dikeluarkan dari lokasi penyegelan dengan menggunakan kapal.

“Yang saya dengar, alat berat itu dikirim ke Desa Waturambaha, pas yang disegel itu dilepas pak, bersamaan datang lagi alat berat ada 17, karena saya kerja dilokasi sana juga, “ungkap salah seorang pekerja tambang yang berada di Boenaga, Selasa 7 April 2020.

Bahkan kata dia, berdasarkan informasi dari lapangan dan yang beredar disana. Alat berat tersebut milik PT. Natural Persada Mandiri (NPM).

Semetara itu saat dikonfirmasi melalui Via WhatsAapnya, Kabid Humas Polda Sultra, AKBP La Ode Proyek masih belum mebeberkan siapa pemilik alat berat itu,

“Nanti saja dulu, kita tunggu dari penyidik, “terangnya, kepada Redaksiana.id Minggu (5/4/2020).

Kemudian pada saat coba ditanyakan kembali perihal pemilik alat dan tersebut dan informasi terkait segel police line yang dilepas. Chat WhatsAap media ini hanya dibaca dan tak dibalas oleh Kabid Humas Polda Sultra,

Saat kembali ditanyakan ihwal 22 alat berat yang masih disebut milik PT.NPM, Manager Operasional PT NPM, Reinesans Pasali kembali menepis sembari meyakinkan kepada awak media bahwa itu bukan miliknya.

“Tidak betul itu alat NPM pak, bisa cari info ke kepolisian atau ke sumber lain. Percuma kami klarifikasi kalau memang itu alat kami pak, “katanya

Peristiwa penyegelan tersebut hingga kini masih menyisahkan pertanyaan besar di khalayak publik.  Pasalnya, tanpa membeberkan siapa pemilik alat itu, tiba-tiba saja pihak Polda melepas segel alat berat tersebut.

Sama halnya soal aduan yang diterima dari pelapor, yang menjadi dalih pihak Ditres Krimsus Polda Sultra melakukan penyegelan.

Penulis : Falonk

Apa Komentar dan Pendapat Anda