Petak Umpet Soal Data Virus Corona di Sultra?

75
Ilustrasi design REDAKSIANA.ID
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Kisruh data terkait masyarakat yang terjangkit Virus corona (Covid-19) di Sulawesi Tenggara makin membuat binggung banyak orang.

Ibarat saling petak umpet pun makin jelas kelihatan. Padahal seharusnya, pihak Pemerintah Provinsi Sultra tanggap dalam memberikan data yang valid soal warga yang terjangkit corona.

Tak main-main, saat ini ada tiga warga di Sultra yang dinyatakan positif. Hal itu terkuak dalam Konferensi pers di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Kamis malam, (19/3/2020).

Konferensi pers Jubir Gugus tugas Covid-19 di Rujab Gubernur Sultra, Kamis Malam (19/3/2020).

Namun anehnya, Gubernur Sultra, Ali Mazi tak hadir saat conference itu berlangsung.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19, dr La Ode Rabiul Awal mengatakan bahwa ada tiga pasien yang positif Corona dan saat ini tengah mendapat perawatan serius diruang Isolasi RS. Bahteramas.

Bahkan terkait informasi yang berkembang bahwa salah satu dari ketiga yang positif corona ada yang meninggal, disebutnya hoaks.

“Terkait informasi adanya satu pasien yang meninggal ini hoax, “kata Rabiul.

Ditempat yang sama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra, dr Wayong menegaskan bahwa meski dinyatakan positif corona, ketiga pasien yang diketahui dua wanita dan satu pria dalam kondisi yang baik.

“Ada tiga kasus yang positif itu betul. Ketiganya itu pria 41 tahun, wanita 32 tahun dan 25 tahun, “ucapnya

Meski demikian Jubir Gugus Tugas Covid-19 ini rupanya enggan memberikan informasi daerah tempat tinggal dari ketiga warga itu.

Bahkan pertanyaan rekan-rekan jurnalis soal inisial mereka diacuhkan oleh Jubir Gugus tugas Covid-19 di Sultra.

“Rinciannya itu yakni dua pasien masuk pada tanggal 10 Maret dan satu pasien masuk 9 Maret 2020. Ketiganya sudah dirawat  ada yang 10 dan 11 hari, semuanya lngsung dirawat diruang isolasi, “papar dr. Wayong

Sementara itu, Plt Kadis Kesehatan Provinsi Sultra, dr Andi Hasnah menambahkan bahwa saat ini ada lima Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona yang masih menjalani perawatan di Rumah sakit Bahteramas.

“Ada lima yang PDP dan masih dirawat di Rs Bahteramas. Tiga positif duanya masih menunggu hasil laboratorium, “ucapnya dalam Konferensi pers itu.

Untuk diketahui sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah merilis data terbaru terkait penyebaran Covid-19 di Sultra.

Dari data tersebut terdapat 171 Orang Dalam Pemantau (ODP) dan 9 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Corona virus disease 2019 (Covid-19) di wilayah Sultra.

Data yang dihimpun Redaksiana.id, terdapat 38 orang yang selesai pemantauan selama 14 hari dan dinyatakan sehat. Sisanya sebanyak 133 orang masih dalam pemantauan hingga 17 Februari 2020 kemarin.

Daerah yang memiliki angka tertinggi dan masih dalam pemantauan, diantaranya Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) sebanyak 52 orang, Kabupaten Konawe 49 orang, Kolaka Timur (Koltim) 21 orang, Kabupaten Bombana 6 orang, Kabupaten Muna 2 orang, Wakatobi 2 orang serta Kota Baubau 1 orang.

Dari jumlah 9 PDP suspect corona, 4 dinyatakan sehat dan 5 masih dalam proses pengawasan.

Untuk diketahui, sebelumnya juru bicara pemerintah khusus penanganan virus Corona, Achmad Yurianto menyatakan jumlah pasien terinfeksi COVID-19, bertambah menjadi 309 orang termasuk data tiga kasus yang ada di Sulawesi Tenggara.

Penulis : Falonk

Apa Komentar dan Pendapat Anda