Penambak Ikan di Morosi Lumpuh, PT OSS Dalang Perusak Mata Pencaharian Warga

54
Tambak ikan warga Morosi yang kering akibat pembangunan kanal PT.OSS
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Proyek pembangunan pabrik Stenliss PT Obsidian Stainlies Stell (OSS) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Morosi, Kebupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), rupanya menuai masalah besar.

Bagaimana tidak, akibat ulah perusahaan itu warga pun mengalami kerugian.

Dampak negatif yang di timbulkan oleh proyek besar itu, hilangnya mata pencaharian para petambak ikan di Desa Tani Indah, akibat pembangunan kanal yang menutup satu-satunya pintu saluran air yang mengaliri area tambak.

Tambak ikan warga di Morosi

Kepada Redaksiana.id, Senin (18/5/2020), Asri salah satu pemilik tambak mengatakan, ia bersama warga lainnya mengalami kerugian besar. Sebab selama kurang lebih 7 bulan berjalan, mereka tak bisa lagi merasakan hasil produksi akibat dampak yang ditimbulkan oleh pembangunan kanal untuk proyek Stenliss PT OSS.

“Pembangunan kanal itu menutup satu-satunya pintu saluran air yang sering mengaliri tambak warga. Akibatnya sudah dua kali mereka tak bisa panen, “ucapnya

Selain itu kata dia, jika musim penghujan air akan meluap dan membanjiri tambak mereka. Hal itu terjadi akibat saluran air yang juga berfungsi sebagai pembuangan ketika debit air meningkat, sudah tertutup.

“Musim penghujan ini, air meluap dan membanjiri tambak mereka. Sebab pintu saluran tempat keluar masuknya air sudah tertutup, “ungkap Asri.

Bahkan ia juga mengaku bahwa dirinya bersama warga lainnya telah beberapa kali menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak perusahaan. Namun hingga kini tak kunjung ada tindakan dari pihak PT OSS.

“Sampai saat ini keluhan kami tidak di tanggapi oleh perusahan. Makanya kami meminta pendampingan kepada LSM LIRA untuk mengawal peraoalan yang kami hadapi, “beber Asri

Sementara itu ditempat terpisah, Bupati DPD LSM Lira Konawe, Aswan menjelaskan bahwa, warga sekitar sebenarnya sangat mendukung adanya pembangunan pabrik tersebut karena dapat membuka lapangan pekerjaan bagi mereka. Akan tetapi yang terjadi justru membawa dampak negatif bagi masyarakat khususnya bagi petani tambak ikan.

“Untuk itu, saya berharap kepada pihak perusahan agar segera memberikan solusi serta dapat memberikan biaya kompensasi atas kerugian yang dialami warga petani tambak. Dan Jika perusahan tidak menanggapi persoalan ini secara serius, maka kami akan mengambil langkah tegas demi hak dan kepentingan masyarakat, “paparnya

Hal senada juga di ungkapkan Gubernur LSM LIRA, Emil Nurjadin, ia berharap PT OSS memberikan solusi terbaik terhadap masalah yang ditimbulkannya.

“Dengan adanya persoalan ini kami sangat mendukung langkah yang di lakukan Bupati LSM LIRA Kabupaten Konawe, agar para petambak ikan bisa mendapatkan apa yang menjadi haknya, “jelasnya

Dirinya juga menegaskan akan terjun langsung membantu DPD LSM LIRA Kabupaten Konawe untuk melakukan advokasi terhadap persoalan yang menimpa masyarakat Desa Tani Indah khususnya yang terkena dampak langsung aktivitas PT. OSS.

Penulis : Falonk

Apa Komentar dan Pendapat Anda