Pemdes Wakumoro Dinilai Lambat Tangani Covid-19

97
Sekretaris Jenderal Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Fisip, Universitas Haluoleo, Naldo (FOTO: Istimewa)
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : MUNA – Pemerintah Desa (Pemdes) Wakumoro, Kecamatan Parigi, Kabupaten Muna dinilai sangat lamban terkait upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau Corona Virus Desiase (Covid 19).

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Fisip, Universitas Haluoleo, Naldo.

Menurutnya, hingga saat ini pihak pemdes belum melakukan langkah strategis terkait dengan pandemi corona. Seperti misalanya, melakukan sosialisasi upaya pencegahan penularan virus di lingkungan masyarakat.

Naldo mengatakan, pemerintah desa dan team satgas Wakumoro telah lamban dalam memutus mata rantai dari penyebaran Covid-19, apalagi sekarang ini, Kabupaten Muna telah memasuki zona merah dari 17 kabupaten kota di Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Dengan melihat keadaan di Desa Wakumoro ini, sebagian masyarakat masih saja bebas lalu-lalang dan sebagian besar masyarakat tidak memakai masker. Itupun pembagian masker juga belum begitu memadai, tidak semua masyarakat mendapatkannya,” katanya melalui via telepon seluler, Rabu (06/05/2020).

Selain itu, pihak pemdes belum bisa mengambil tindakan tegas terhadap pemberhentian aktivitas tempat wisata. Salah satunya wisata permandian mata air Wakumoro, yang sampai saat ini masih ramai dikunjungi oleh pengunjung.

“Saya sangat menyayangkan kelalaian pemerintah desa yang masih saja membebaskan para pengunjung dari luar desa untuk datang ke wisata permandian mata air Wakumoro. Dan ini bisa saja berpotensi mempermudah penyebaran Covid-19 kepada masyarakat wakumoro,” ucapnya.

“Saya tidak ingin masyarakat Wakumoro terpapar virus yang mematikan ini. Olehnya itu, saya menghimbau kepada pemdes agar mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai bahayanya Covid-19 ini,” tutup Naldo.

Untuk itu, ia berharap kepada Pemdes Wakumoro agar memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dan menjaga jarak dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Tulisan: Aryani fitriana

Apa Komentar dan Pendapat Anda