Pedagang di Sekadau Pilih Berjualan di Emperan, Sayonara Pasar Flamboyan

252
Kondisi pasar Flamboyan terlihat sepi dari pedagang dan pembeli saat ditelusuri Redaksiana.id, Kamis (27/2/2020). (Foto Yahya/REDAKSIANA.ID).
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : SEKADAU (KALBAR) – Kondisi Pasar Flamboyan di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), tidak terlihat seperti pasar ada umumnya.

Bagaimana tidak, pasar Ikan dan sayur mayur ini sepi akibat pedagang yang kurang berminat untuk menempatinya.

Bahkan pedagang yang berjualan disitu bisa dihitung jari. Padahal pasar ini telah dibangun Pemda Sekadau sejak tahun 2012 lalu.

Terlihat hanya beberapa pedagang yang berjualan. (Foto Yahya/REDAKSIANA.ID).

Selain itu, saat ditelusuri Redaksiana.id, Kamis (27/2/2020), bangunan pasar tersebut sudah tidak terawat dan terlihat kumuh.

Padahal seharusnya, pasar inilah tempat masyarakat Sekadau untuk melakukan transaksi jual beli dalam memenuhi kebutuhan dan meningkatkan perekenomian.

Terkait hal itu, Busa salah satu pedagang yang menempati lapak tersebut meyebutkan bahwa, penyebab pedagang lainnya memilih berjulan di tempat terbuka, karena pasar itu terlalu sempit untuk mereka.

“Bukannya para pedagang tiak mau berjualan disini, tetapi, arealnya tidak strategis dan juga petak untuk berjualan terlalu sempit makanya para pedagang sayur dan daging lebih memilih berjualan di emperan terbuka, “ungkapnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi para pihak keamanan khususnya petugas SatpolPP yang sudah bekerja keras untuk menyuruh para pedagang untuk berjualan ditempat tersebut.

“Kita juga mengapresiasi kepada pemerintah dan juga para satpol PP yang telah mengatur para pedagang untuk berjualan di pasar ini. Namun kenyataannya para pedagang masih saja berjualan di emperan dan juga para pedagang memilih berjualan di samping jalan karena merasa nyaman dan juga tempatnya luas, “ujarnya

Ia pun juga berharap, agar Pemerintah bisa menata pasar tersebut dengan baik dan membuat area yang strategis. Sehingga para pedagang mau berjualan ditempat itu.

“Kita berharap kepada pemerintah agar bisa ditata dengan baik dan kalau bisa petaknya dibangun paling tidak 4 meter supaya para pedagang lebih mudah untuk menyimpan barang dan merasa enak berjualan disitu, “ucapnya

Sementara itu, saat coba untuk dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Sekadau, St Emanuel belum bisa memberikan keterangan dengan alasan lagi ada kegiatan ditempat lain.

Penulis : Yahya Iskandar

Editor   : Ifal Chandra

Apa Komentar dan Pendapat Anda