Pasca Banjir, Anak-anak di Kelurahan Cipinang Melayu Terserang Penyakit

138
Foto Istimewa
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : JAKARTA – Akibat banjir yang melanda Ibukota Jakarta beberapa hari ini, sejumlah warga khusunya Anak-anak mulai terserang penyakit.

Hal itu dirasakan warga di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (Jaktim). Tidak sedikit diantara mereka mengeluh lantaran terkena batuk dan pilek serta Gatal-gatal.

Salah satunya Supardi, Warga RW 03 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

“Sejak kemarin saya terkena pilek dan batuk, “ucapnya

Meski begitu rupanya ia enggan untuk berobat ke Puskesmas dan rumah sakit terdekat, “Saya hanya minum obat penyembuh saja, “ujar Supardi.

Bahkan kata Supardi, tidak sedikit pula anak-anak di wilayah itu juga mengalami sakit yang sama, dan juga terkena gatal-gatal.

“Dari ribuan pengungsi banjir ini, ada sekitar ratusan orang yang terkena batuk, pilek dan gatal-gatal, dan paling banyak yang terkena itu anak-anak, “jelasnya

Menanggapi hal itu, petugas Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Fitriana juga membenarkan sakit yang menyerang warga di Cipinang Melayu.

Hal itu dikatakan Fitriana, saat membuka layanan pemeriksaan warga yang terkenal banjir di Jakarta Timur.

“Ia benar, sakit yang paling banyak dirasakan warga itu batuk dan pilek sama luka-luka di kaki, “ucapnya

Meski demikian Fitiana mengaku kekurangan obat salep gatal untuk warga yang terdakmpak. Sebab kata dia, penderita sakit itu tidak diperkirakan sebelumnya.

“Untuk salep gatal sudah habis, sementara ini kami sedang berusaha menambah stocknya, “katanya.

Untuk diketahui pihak kelurahan mencatat terdapat 1.080 orang dari 296 kepala keluarga mengungsi di Masjid Universitas Borobudur sejak Selasa (25/2/2020) dini hari., meliputi 133 balita, 39 lansia dan 860 warga usia dewasa.

Sementara itu berdasarkan keterangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, banjir mengakibatkan 236 RW tergenang, 72 ruas jalan di Jakarta tergenang air dan tidak bisa dilalui dari total 1.522 ruas jalan. Serta terdapat 74 titik pengungsian, sebanyak 49 titik dikelola pemerintah DKI dan 25 titik dikelola oleh swadaya masyarakat.

Penulis : Mahmudi

Editor    : Ifal Chandra

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda