Mengendap di Polda Sultra, Kasus PT Roshini Bakal Dilapor ke Mabes Polri

169
Ilustrasi REDAKSIANA.ID
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Perusahaan tambang PT. Roshini yang beroperasi di Desa Boenaga, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konaewe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), tak henti-hentinya mendapat serbuan dari massa aksi.

Bahkan sebelumnya, Garda Muda (GAMA) Haluoleo dan Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) juga telah melaporkan dugaan pembangunan dan operasional Terminal khusus (Tersus) tanpa izin yang dilakukan PT. Roshini.

Persoalan itu pun telah bergulir di Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara, pada Juni 2019 lalu.

Dimana saat itu Pihak Polda Sultra, melalui Kabid Humas, AKBP Harry Goldenhardt mengatakan bahwa telah pihaknya telah menetapkan Direktur PT Rosini sebagai tersangka pada, Jumat (28/6/2019).

Selain itu kata Harry Direktur PT Rosini dijerat Pasal 299 UU 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran dan Pasal 109 UU No 32 Tahun 2009 Lingkungan Hidup serta Pasal 299 tentang pembangunan dan operasional terminal khusus yang tanpa izin dari menteri dipidana paling lama 2 tahun.

Tak cukup sampai disitu, Direktur PT. Roshini juga dikenakan Pasal 109 tentang usaha dan atau kegiatan tanpa izin lingkungan, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun.

Namun hingga saat ini perkembangan kasus itu masih mengendap di Polda Sultra.

Dalam demonstrasi massa aksi Gama Haluoleo di Depan Polda Sultra, Selasa (10/3/2020) kemarin. Koordinator Lapangan (Korlap) Gama Haluoleo, Ahmad Zainul mengatakan bahwa kehadiran mereka di Polda Sultra yakni mempertanyakan kasus PT. Roshini yang penanganan kasusnya mengendap dan dianggap tidak transparan lagi.

Gama Haluoleo dan Ampuh Sultra melakukan demonstrasi di Polda Sultra, Selasa, (10/3/2020).

Olehnya itu dalam waktu dekat ini pihaknya akan membawa persoalan itu ke Mabes Polri agar Direktur PT. Roshini segera ditangkap.

“Yang jelas kami akan menekan habis-habisan ke Mabes Polri untuk segera memanggil Dirut¬† PT.¬† Rosini dan segera ditetapkan sebagai tersangka karna aktivitas mereka telah merugikan Negara, “tegasnya

Sementara itu Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo menjelaskan, selain melaporkan ke Mabes Polri. Pihaknya juga akan menyambangi Kementerian Perhubungan RI.

“Karena belum lama ini saya dapat Informasi dari sumber di lapangan bahwa telah ada Tongkang di jetty PT. Rosini yang sebelumnya telah di Police Line, “ucapnya

Pria sapaan HN Don ini menambahkan, “Setelah diteruskan kepada pihak syahbandar Molawe lewat chat via WhatsApp, Kepala Syahbandar Molawe mengatakan bahwa tidak ada aktivitas dan jika ada maka aktivitas Ilegal, “jelasnya

Bahkan secara tegas HN Don mengatakan bahwa Izin Tersus PT. Roshini harus segera dicabut.

“PT. Roshini harus ditutup Pemerintah Daerah dan Pusat. Kalau tidak kami sudah berkoordinasi dan akan menutup pertambangan bersama masyarakat, “bebernya

Penulis : Falonk

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda