Melalui Camp Edukasi, Pemuda di Bombana Belajar Cara Pertahankan Adat dan Budaya

124
Kegiatan Camp Edukasi di Bombana.
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : BOMBANA – Sekumpulan Komunitas adat di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), belum lama ini melaksanakan kegiatan Camp Edukasi dengan tema “Gerakan Pulang Kampung”.

Kegiatan ini berlangsung di kampung tua Moronene Hukaea-laea, Minggu (23/2/2020).

Kampung adat Hukaea-laea terdiri dua suku kata yaitu, HUKAEA dan LAEA. Bagi masyarakat Moronene, Hukaea di artikan sebagai (pohon molinjo yang besar), sedangkan Laea di artinya adalah (sungai besar).

Hal itu dikatakan Juminal selaku bendahara di Pengurus daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) BOMBANA Sekaligus bendahara kegiatan dan juga anggota
Seniman Pemuda Kreatif (SEPAKAT).

Juminal menjelaskan, kegiatan Camp edukasi dengan tema gerakan pulang kampung tersebut bertujuan untuk mengembalikan kesadaran diri bagi pemuda agar lebih dekat dengan adat budayanya atau mencari jati dirinya dan mepertahankan wilayah adatnya.

Camp edukasi yang berlangsung selama 5 hari ini, kata dia diikuti berbagai komunitas adat di Bombana seperti Komunitas adat Rumbia, matausu, Kabaena, Mataoleo, dan Poleang.

Selain itu ada juga perwakioan dari berbagai universitas, seperti mahasiswa Haluoleo, Muhamadia, Unsultra.

“Ada juga organisasi pendukung masyarakat adat seperti LIFE MOSAIC yang berkontribusi dalam bentuk dana untuk kegiatan camp ini. Untuk Total peserta ada 50 orang, terdiri dari Fasilitator enam orang dari life MOSAIC dan AMAN, kemudian panitia sepuluh orang dari organisasi daerah yaitu, dari SEPAKAT, “jelasnya

Selain mempelajari Moronene dan Sejarah perjuangan masyarakat adat, peserta juga dibekali pengetahuan struktur kelembaan adat, fungsi dari masing-masing pemangku adat, hukum dan peradilan yang dilaksanakan dalam wilayah adat, dan hal lainnya yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat adat.

Olenya itu Juminal berharap, tradisi dan budaya yang telah diwariskan nenek moyang harus tetap dijaga.

“Pemuda harus sadar dia tidak hidup di zaman ini saja, tapi dia adalah pemuda yang akan membawa sejarah di dalam dirinya untuk generasi berikutnya, “ujarnya

Maka dari itu lanjutnya, anak muda diharuskan bangkit, bersatu, bergerak mengurus wilayah adatnya.

“Ayo kita kembangkan kampung dengan potensi alam yang melimpah. Anak muda di kampung semangatnya luar biasa untuk belajar demi mempertahan identitas mereka sebagai masyarakat adat yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan bermartabat secara budaya, “tutup pria sapaan Inal ini.

Penulis : Ulya

Editor   : Ifal Chandra

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda