Masuknya 500 TKA di Sultra Membuat Ekonomi di Morosi Berputar, Pengangguran Berkurang

24
PT Virtue Dragon Nikel Industry (VDNI) (FOTO: Istimewa)
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONAWE – Masuknya 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Tiongkok ke Sulawesi Tenggara yang akan bekerja sebagai teknisi ahli di perusahaan PT. VDNI dan PT. OSS yang beroperasi di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe rupanya membawa angin segar tersendiri bagi masyarakat yang membuka usaha disekitar kawasan Mega Industri tersebut.

Sebut saja Budiono (58) salah seorang warga yang tempat usaha warung makannya tepat berada dijalan masuk kawasan perusahaan mengaku, apabila teknisi dari TKA tidak didatangkan dari Tiongkok siapa yang akan memasang infrastruktur pembuatan smelter dan peralatan pendukung teknis lainnya.

“Karena kita kan belum bisa pasang-pasang begitu, itu kan yang datang cuman teknisinya, setelah dipasang mereka langsung pulang, jadi kalau teknisi tidak datang yah tidak akan terpasang, kalau tidak didatangkan TKA nda akan jadi ini smelter dan karyawannya tidak akan tambah,” ungkapnya, Senin (22/06/2020).

Ternyata sebelum berhasil seperti sekarang ini, Budiono dulunya hanya bekerja sebagai seorang petani dengan pendapatan Rp5 juta per 3 bulan saat panen. Namun sejak industri smelter tersebut beroperasi, ia memutuskan untuk berwirausaha dengan membuka warung makan dengan penghasil omset bersih rata-rata Rp5 juta perharinya.

Tidak berhenti disitu saja, hasil dari usah warung makan tersebut uangnya diputar lagi dengan membangun kost-kostsan semi permanen dengan 56 kamar yang tak pernah kosong sekali pun. “Saya sewakan ada yang 600, 800, sampai sejuta sebulan,” tutur Budiono.

Bangunan kost-kostsan semi permanen dengan 56 kamar milik bapak Budiono (FOTO: Istimewa)

Serupa yang di katakan oleh Ruli, yang bertindak sebagai Koordinator Smelter 1, 2, dan 3 di PT. VDNI, masuknya teknisi TKA, merupakan tenaga ahli yang akan membangun di Morosi yakni PT. VDNI dan PT. OSS. Masuknya mereka akan berdampak positif, karena anak-anak muda yang baru saja menamatkan pendidikan yang masih nganggur dan lulus sekolah dapat langsung diserap untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja.

Sama halnya yang diungkapkan oleh Translator Penanggung Jawab Teknik dan Lapangan, Sukal Septi Sari. Menurutnya, TKA yang datang membawa skill masing-masing, sehingga pembangunan smelter akan lebih cepat sesuai dengan waktu dan jadwal yang telah ditentukan.

“Karyawan lokal bisa diserap, karena satu karyawan china dapat dibantu oleh tujuh karyawan lokal,” katanya.

Selain itu, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa juga secara terang-terangan menerima kedatangan 500 TKA Tiongkok.

Menurut Bupati dua periode itu, industri pemurnian dan pengolahan nikel di PT VDNI dan OSS di Kecamatan Morosi, harus tetap beroperasi. Sebab, keberadaan perusahaan itu memberikan sumbangsi besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Konawe.

“Industri harus jalan, kondisi keuangan kita sedang sulit sekarang,” tutup Kerry saat ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu.

Tulisan. Aryani fitriana

Apa Komentar dan Pendapat Anda