Mandek di Meja Jaksa, Dugaan Korupsi PUPR Konawe Punya Bekingan?

686
Ilustrasi design REDAKSIANA.ID
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONAWE – Perkembangan kasus dugaan Korupsi di Dinas Perkerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), belum menemui titik terang.

Bahkan hingga saat ini berkas laporan kasus itu masih mandek di meja jaksa.

Para terlapor itu yakni Kadis PUPR Konawe Syahrullah Saranani, Kabid Bina Marga Emil Konggoasa, Kabid Cipta Karya dan Kabid SDA Noorjanah

Padahal kasus ini, telah ditangani oleh Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe pada beberapa bulan lalu.

Berkas laporan itu sebelumnya juga telah
diterima langsung oleh Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Unaaha Gede Ancana dan disaksikan oleh Konsorsium NGO Konawe, Rabu (22/1/2020).

Dimana saat itu Gede Ancana mengatakan bahwa laporan tersebut sudah dalam tahap penyidikan dan semua alat bukti sudah dikumpulkan.

Terkait hal itu salah satu aktivis Konawe, Ilham Killing meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra untuk mengambil alih dugaan korupsi PUPR Konawe tersebut.

Aktivis Konawe, Ilham Killing.

Dia menduga ada konflik kepentingan keluarga oleh bapak Kajari konawe yang baru, yang notabene merupakan putra daerah Konawe, atau mungkin pula tidak ada keseriusan menangani dugaan korupsi tersebut.

“Laporan tersebut sudah kami sampikan secara resmi lewat aksi unjuk rasa di kantor kejaksaan Negri konawe, 22 januari 2020 data-data pendukung juga sudah kami setor dan sampaikan, “ucapnya, Minggu (8/3/2020).

Lanjutnya Ilham, “Menariknya lagi salah satu yang kami laporkan itu saya dapat informasi bahwa dia ini keluarga dari Kajari Konawe, Bapak Irwanuddin Tajuddin, makanya kenapa kasus ini terkesan dibiarkan begitu saja, “bebernya

Olehnya itu ia meminta kepada pihak Kejati Sultra
untuk mengambil alih kasus dugaan tindak pidana korupsi di PU Konawe tersebut, dan segera memeriksa kepala Dinas PU Konawe, kepala bidang Bina Marga, kepala Bidang Cipta Karya, kepala Bidang SDA.

“Kami meminta kepada Kajaksaan Tinggi Sultra untuk ambil alih kasus tersebut yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Konawe, yang saya duga¬† ada konflik kepentingan dengan pemda Konawe. Untuk itu saya juga mendesak kepada penegak hukum segera memeriksa kepala Dinas PU beserta Kepala-kepala Bidang dan secepatnya menetapkan tersangka, “tegasnya

Selain itu Ilham Kiling menuturkan, berkas laporan yang disetorkan ke kejari Unaaha itu berdasarkan hasil audit BPK RI Tahun 2019, Terkait tujuh item pekerjaan swakelola yang diduga tidak prosedural pada TA. 2018.

Bahkan pihaknya juga menduga telah terjadi penyalahgunaan wewenang dan tanggungjawab pada pekerjaan swakelola Dinas PUPR yang tidak mempunyai lzin prinsip dari bupati serta diduga  melanggar Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2013, Tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

“Jika berkas laporan yang kami masukan terbukti dan memenuhi unsur, maka benar adanya ada oknum di Dinas PUPR yang berniat untuk memperkaya diri sendiri, “ungkap Iham Kiling

Untuk diketahui 7 proyek yang terindikasi adanya dugaan korupsi yang dilaporkan Konsorsium NGO Kabupaten Konawe, yakni :

1. Rehabilitasi sungai yang terletak di Kecamatan Anggotoa, Anggaberi serta Amonggedo yang di swakelola dengan anggaran Rp15 Miliar.

2. Swakelola Sumber Daya Air (SDA), rehabilitasi jalan aspal Kota Unaaha dengan anggaran Rp1,5 Miliar yang di swakelola tahun 2019.

3. Peningkatan jalan dan drainase dalam wilayah Kecamatan Anggotoa dengan anggran Rp2 Miliar yang di swakelola oleh Bina Marga.

4. Optimalisasi jaringan sistem penyedia air minum di Kecamatan Amongedo, dengan anggaran Rp1.250.000.000,.

5. Pembangunan MCK dan jaringan perpipaan Kecamatan Lambuya, Kecamatan Pondidaha dan Kecamatan Meluhu dengan total Rp1.425.000.000.,yang di swakelola Cipta Karya.

6. Proyek normalisasi sungai Kecamatan Anggotoa Desa Wawoporesa dengan jumlah Anggaran Rp950 juta.

7. Swakelola pembuatan jembatan gantung Kecamatan Uepai Desa Rawua dengan jumlah anggaran sebesar Rp700 juta yang telah menjadi CSR Bank BNI.

Penulis : Falonk/Ulya/Fadel

Apa Komentar dan Pendapat Anda