Mafia Bola, Pengurus PSSI Jabar dan Dewan Pengawas Perkasi Diringkus Polisi

161
Para tersangka yang diamankan Satgas Anti Mafia Bola Polda Metro Jaya.
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : JAKARTA – Dua tersangka Mafia bola di Indonesia belum lama ini diringkus aparat Polisi.

Satuan Tugas (Satgas) anti mafia Bola menangkap Tersangka inisial HN dan KH lantaran melakukan pengaturan Skor pada pertandingan Persikasi Bekasi vs PS Sumedang di Liga 3 2019.

Kasatgas Anti Mafia Bola Hendro Pandowo menjelaskan, penangkapan dua tersangka itu merupakan lanjutan kasus Satgas Jilid 2 pada 6 November 2019, yang berlangsung di Stadion Ahmad Yani, Sumedang, Jawa Barat (Jabar).

“Alhamdulillah dua tersangka inisial HN yang juga merupakan Exco PSSI Asprov Jabar dapat kami tangkap. Satu lagi yang kami amanakan yakni berinisial KH, salah satu PNS Kabupaten Bekasi, “ungkapnya di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (26/2/2020).

Sementara itu Humas Satgas Antimafia Bola, Yusri Yunus, mengungkapkan bahwa HN ditangkap pada 18 Februari lalu di rumah kosnya kawasan Menteng Atas, Jakarta Selatan.

HN diduga menerima uang dari tersangka Bayu untuk memenangkan Persikasi Bekasi pada liga 3 2019 lalu.

“Selanjutnya tersangka KH juga berhasil ditangkap pada 19 Februari lalu. di daerah Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, “ucapnya

Selain berprofesi sebagai PNS kata Yusri, KH juga merupakan dewan Pengawas Persikasi.

Berdasarkan hasil introgasi, peran KH mencari tahu dulu perangkat wasit yang akan ditunjuk untuk memimpin pertandingan.

“Dialah yang memberi dana kepada Bayu untuk diserahkan kepada Exco Asprov PSSI Jabar, “ujarnya

“Jumlah dana keseluruhan yang diberikan saat itu Rp25 juta. Dana itu diberikan Masing-masing Rp8 juta kepada wasit utama, kemudian sisanya dibagi-bagi. Dari hasil pendalaman, dia sudah menerima Rp60 juta, “tambah Yusri.

Untuk diketahui, kasus ini sudah ada 8 tersangka termasuk HN dan KH. 6 tersangka telah menjalani proses sidang.

Penulis : Firman

Editor   : Ifal Chandra

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda