Lembaga Sultra CW Laporkan Dugaan Korupsi Kepala Inspektorat ke Kejari Konsel

178
Yusrim saat menyerahkan laporannya di Kejaksaan Negeri Konsel (FOTO: Istimewa)
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONSEL – Lembaga Sultra Corruption Watch (Sultra CW) melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kepala Inspektorat Daerah Konawe Selatan (Konsel) ke Kejaksaan Negeri Konsel.

Yusrim, S.Sos, selaku Direktur Eksekutif Lembaga Sultra CW menjelaskan, terdapat beberapa item kegiatan atau pekerjaan yang diduga telah terjadi tindak pidana korupsi, yang dilakukan oleh Kepala Inspektorat, PPK, konsultan pengawas dan kontraktor pada tahun anggaran 2017 – 2019

Yusrim merincikan dugaan korupsi dari beberapa item yakni yang pertama pada pelaksanaan kegiatan pembangunan garasi mobil tahun anggaran 2019 yang diduga tidak sesuai antara kondisi fisik di lapangan dengan RAB, yang menelan anggaran sebesar 125 juta rupiah.

“Yang kedua yakni pelaksanaan pembangunan rehabilitasi berat gedung kantor tahun anggaran 2019, diduga tidak sesuai dengan pagu anggaran yang sebesar 90 juta rupiah,” bebernya, Rabu (08/04/2020).

Untuk Item ketiga yakni pengadaan baju dinas beserta kelengkapannya tahun anggaran 2019, dengan anggaran sebesar Rp.138 juta. Anggaran itu diduga tidak pernah terlaksana secara keseluruhan atau hanya sebagian yang digunakan.

“Hal itu sesuai dengan hasil investigasi kami terhadap beberapa ASN di lingkup Inspektorat. Sementara saat di klarifikasi, Kepala Inspektorat mengatakan yang belum dapat baju mereka yang belum pergi mengukur, sedangkan pengakuan beberapa ASN hanya dikasih seragam olahraga saat perayaan 17 Agustus,” kata Yusrim.

Selain itu, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi di lapangan terkait kegiatan sosialisasi pencegahan korupsi di Kabupaten Konsel tahun anggaran 2017 sampai 2019, diduga tidak pernah terlaksana secara keseluruhan, dengan jumlah anggaran sebanyak Rp. 361.400.000.

“Kegiatan sosialisasi pencegahan korupsi diduga tidak pernah terlaksana secara keseluruhan. Dan kami sudah telusuri di dinas-dinas hanya terpasang stiker pencegahan korupsi di pintu masuk ruangan Kepala Dinas masing-masing. Berdasarkan dugaan semua ini, kami meminta kepada Kejari Konsel untuk segera menindaklanjuti,” tutup Yusrim.

Penulis : Agus

Apa Komentar dan Pendapat Anda