Kisah Perjalanan Karir Aris Sofingi, Dari ASN Biasa Hingga Raih Jabatan Tinggi

210
Kakansar Kendari, Aris Sofigi didampingi istri dan kedua putra-putrinya.
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Pucuk pimpinan baru di Intansi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kendari, rupanya memiliki cerita yang sangat menarik dalam perjalanan karirnya.

Suka duka dalam bertugas dilaluinya untuk menggapai keberhasilan dan membuat bangga kedua orangtuanya.

Aris Sofingi namanya. Pria Kelahiran Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tenga (Jateng) ini memulai awal karir sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) biasa di Instansi itu.

Sebelum akhirnya menjabat sebagai Kepala Kantor Basarnas (Kakansar) Kendari, ayah dua orang anak ini berbagi pengalaman karirnya bersama Redaksiana.id, Sabtu (7/3/2020).

Pemotogan tumpeng HUT ke-48 Basarnas di Kantor SAR Kendari yang dipimpin Aris Sofingi didampingi sang Istri, 28 Februari 2020. (Foto Humas Basarnas Kendari, Wahyudi).

Karir Aris di Kantor Pencarian dan Pertolongan Nasional, bermula saat ia lulus ASN dan pertama kali ditugaskan di Kota Ambon, Provinsi Maluku sejak 1996 hingga 2000.

“Saya masuk di Basarnas itu tahun 1996 dengan sebagai jabatan rescuer seperti kawan-kawan dilapangan, karena ada huru-hara saat itu kalau saya tidak salah tahun 1999 sampai 2000, kemudian saya pindah di Makassar, “ungkapnya

Kemudian ia pun menginjakan kaki di Kota Daeng Sulawesi Selatan (Sulsel), saat itu Arif masih tak memiliki jabatan apa-apa sama seperti waktu ia bertugas di Ambon.

Kepala Kantor Basarnas Kendari, Aris Sofingi.

Meski demikian karena keterbatasan personil di SAR Makassar kata Arif, Ia pun sempat diperbantukan untuk mengisi beberapa bidang yang kosong.

“Yah memang pada saat itu Kantor SAR Makasaar kurang personil seperti dibagian matereal sempat juga saya diperbantukan dan di staff keuangan juga. Saya bertugas di Makasaar selama 10 tahun, “ujarnya

Bahkan di Kota itulah, Aris Sofingi bertemu dengan sang Istri. Tak tunggu waktu lama dia pun mempersunting wanita berparas cantik dengan paduan suku Bugis dan Sumatera itu.

“Hahaha, ketemu jodoh juga disana. Jadi istri saya kelahiran Makassar, walaupun memang bukan asli makassar katena ibunya Bugis kemudian bapak Sumareta, saya bertemu saat itu karena memang mertua saya bertugas di sana dia juga ASN, “kata Aris sembari tertawa sembari memceritakan kilas perjalanannya hidupnya.

Selama 19 tahun di Makassar. Pada akhirnya ditahun 2010 dia pun ditugaskan untuk mengisi jabatan sebagai Koordinator Pos (Korpos) SAR di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Kemudian saya diangkat sebagai Korpos Palu. wakti itu palu masih dibawah naungan kantor SAR Makassar, disana saya menjabat 7 tahun, “jelasnya

Seiring berjalannya waktu kata Aris, tahun 2011 pimpinan pusat pun mengembangkan Kantor SAR di Palu. Di kota Palu ia kembali mendapat jabatan baru sebagai Kasi Operasi dan Potensi.

“Satu tahun kemudian ada perubahan lagi di organisasi dari Kasi operasi dan potensi itu di pisah ada seksi Operasi dan seksi Potensi, saat dipercayakan di seksi operasi kurang lebih satu tahun setengah. Kemudian saya beranjak ke bagian umum, “terangnya

Ia pun kembali melangkahkan kakinya dan mendarat ke Marauke, Provinsi Papua. Jabatan yang didapatkannya kali ini tak diduga olehnya. Pimpinan Pusat mempercayakan ia memimpin kantor SAR di wilayah berjuluk kota Rusa itu.

“Tapi emua itu ada hikmahnya, tahun 2017 waktu itu pas Juli, saya diangkat pimpinan di SAR Merauke selama kurang lebih 11 bulan disana sampai Agustus 2018, “imbuhnya

Selanjutnya Aris pun makin mendapat berkah dari Allah Swt, dia pun pindah ke Kota Semarang dan masih mempertahankan posisi jabatan sebagai Kepala Kantor SAR.

“Alhamdulillah saat itu Allah masih memberikan saya berkah dan kepercayaan untuk melaksanakan tugas sebagai pimpinan. Masih saya dipromosikan ke Semarang dengan kator tipe kelas A jadi gradenya (kelasnya) naik. Kurang lebih selama satu tahun setengah saya menjabat disana, “papar Aris

Kemudian di Januri tahun 2020 Aris Sofingi mendapat jabatan Kepala Kantor Basarnas Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggantikan Djunaidi.

Pelaksanaan upacara HUT Basarnas ke-48 di Kantor SAR Kendari 28 Ferbruari 2020. (Foto Humas Basarnas Kendari, Wahyudi).

Masih terbilang seumur jagung menjabat di Bumi Anoa ini. Namun Aris pun bertekad untuk mengedepankan asas dan tanggungjawabnya sebagai pimpinan Kantor pencarian dan pertolongan nasional Kendari.

“Bukan hal yang mudah dalam mendapatkan jabatan ini, penuh perjuangan sejak awal mula saya berkarir dan tentunya semua itu kado dari Allah dan Suport doa dari orangtua, istri, keluarga serta sahabat-sahabat. Tentunya juga di Sultra ini kami akan bekerja keras dan tanggap dalam menangani setiap kejadian-kejadian yang membahayakan jiwa manusia, dan siap bersinergi bersama pemerintah, “ucap Aris.

Namun dengan begitu Aris mengaku bahwa sinergitas dengan rekan-rekan media menjadi ujung tombak dalam melakukan proses pertolongan di lapangan. Sebab kata Aris, dengan media lah setiap kegiatan baik itu saat kelokasi kejadian maupun acara seremonial kantor bisa diketahui banyak orang serta media juga menjadi sumber informasi yang luas.

“Kami juga pastinya tidak akan luput dari bantuan teman-teman media, bayangkan kalau media tidak ada siapa yang bisa tau apa yang kami lakukan dilapangan saat ada kejadian. Nah saya bersyukur juga karena teman-teman media di Sultra ini sangat ramah dan orang-orangnya mudah untuk akrab, “imbuhnya

“Pokoknya media adalah penunjang kami dalam setiap melakukan kegiatan. Saya harap untuk teman-teman media disini selalu membantu aktivitas kami untuk konsumsi publik. Karena kami bukanlah apa-apa tanpa bantuan teman-teman media, “harap Aris Sofingi, Kakansar Kendari.

Penulis : Falonk

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda