Kelompok Spesialis Curanmor Lintas Provinsi Ditangkap, Tiga Pelaku Lainnya DPO

36
Kapolda Sultra, Irjen Pol Drs. Merdisyam sat menggelar press conference dilapangan apel Mapolda Sultra (FOTO: Aryani/Redaksiana)
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) telah mengungkap 119 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dari total 141 laporan.

Pengungkapan kasus curanmor ini diungkap dalam jangka waktu enam bulan, selama periode Januari hingga Juni 2020.

Kapolda Sultra, Irjen Pol Drs. Merdisyam mengungkapkan, dalam periode ini pihaknya berhasil mengungkap kasus curanmor sebanyak 141 laporan dari 119 kasus dengan jumlah tersangka 45 orang dan barang bukti sebanyak 75 unit kendaraan.

“Hingga saat ini kasus yang telah dilimpahkan atau P21 yakni sebanyak 25 kasus. Sementara yang masih dalam penyelidikan yakni sebanyak 16 kasus,” ungkapnya, Selasa (30/06/2020).

Sedangkan yang masih dalam proses penyelidikan sebanyak 16 kasus dengan barang bukti 20 unit roda dua dan dua unit roda empat dengan tersangkanya 25 orang. Sementara itu, yang telah dilimpahkan atau P21 sebanyak 25 kasus.

Saat ini, sudah ada lima orang tersangka yang diamankan. Empat orang yang diantaranya adalah pelaku dan satunya adalah penadah.

“Satu kelompok pencurian terdiri dari empat sampai enam orang. Empat pelaku pelaku berinisial IL dan AB, IH dan DD pelaku. Sementara penadah berinisial SL,” kata Merdisyam.

Kelompok Spesialis Curanmor Lintas Provinsi (FOTO: Aryani/Redaksiana)

Menurut Merdisyam, modus yang digunakan yakni dengan memantau, mapping objek sasaran dan sebelum beraksi penghuni rumah dipastikan sedang tidur yakni sekitar pukul 2.00 hingga 4.00 Wita.

“Masuk kerumah merusak jendela pintu, plafon atau membuka pintu, mengambil motor dan barang lainnya. Mencungkil motor dengan menggunakan kunci T atau membobol soker motor,” ujar Merdisyam.

Dari hasil pemeriksaan, kelima pelaku ini menjual motor tersebut kepada penada dengan harga bervariasi. Beberapa tempat sasaran yakni disekitar perusamahan atau BTN di beberapa wilayah di Sultra.

Mereka menjual motor tersebut dengan harga 3 juta untuk satu motor.

“Sasarannya ada di Kendari, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Utara, Muna dan Baubau,” jelasnya.

Barang bukti berupa 20 unit roda dua dan dua unit roda empat (FOTO: Aryani/Redaksiana)

Sementara, tambahnya, masih ada tiga orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO), yakni Z, U dan A.

“Yang sudah dilimpahkan ke kejaksaan ada dua. Masing-masing berinisial As dan AL,” tutupnya

Untuk diketahui, kelima pelaku curanmor akan dikenakan Pasal 363 Ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

Tulisan: Aryani fitriana

Apa Komentar dan Pendapat Anda