Kalapas Kendari Tanggapi Tuduhan Masyarakat, Soal Pengedar Narkoba Jaringan Lapas

253
kalapas Kelas II A Kendari, Abdul Samad Dama. (Foto REDAKSIANA.ID).
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari, Abdul Samad Dama, angkat bicara soal tudigan massa aksi beberapa waktu lalu, terkait marakanya pengedar Narkoba yang beraksi melalui jaringan Lapas.

Kalapas mengatakan, tuduhan itu seharusnya perlu dikroscek terlebih dahulu. Apakah betul dari jaringan Lapas Kendari atau bukan.

Massa aksi GMH saat berunjuk rasa di halaman Kantor Lapas Baruga Kelas II A Kendari menuntut kurangnya pengawasan petugas lapas.

“Sekarang saya liat setiap ada penangkapan tersangka Narkoba pasti dibilang dari jaringan Lapas. Tetapi saat ditelusuri-telusuri ternyata belum bisa dipastikan, “ucap Kalapas kepada Redaksiana.id, Sabtu (29/2/2020).

Meski begitu ia mengaku mungkin saja hal itu benar terjadi. Hanya saja kata Samad, jika ada tuduhan terkait hal itu dan langsung ditanggapi serius, tentu harus ada klarifikasi oleh pihaknya.

“Terkait dengan aksi demo kemarin saya pribadi tidak pungkiri bahwa itu kemungkinan ada, tapi kalau hanya berdasarkan pemberitaan media kemudian langsung masyarakat menanggapi serius, yah pastinya kami juga perlu klarifikasi hal itu, “jelasnya

Selain itu soal kurangnya pengawasan dari petugas Lapas yang juga dicecar oleh massa aksi, Abdul Samad mengaku untuk di lapas kendari pihaknya juga telah memperketat setiap pengamanan.

“Kami juga sudah menyampaikan kepada pihak kepolisian dan BNN bahwa kami ini terbuka 1×24 jam, saya sedia untuk menerima teman-teman penegak hukum lain. Dan seperti tuntutan teman-teman pendemo agar kita melakukan pengetatan dan pengawasan, perlu diketahui bahwa kita sudah melakukan itu, “paparnya

Tak hanya itu, dijelaskannya juga bahwa ia juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk bersinergi bersama-sama melalukan pengawasan, agar Napi Narkoba yang mencoba untuk melakukan transaksi bisa segera ditindaki.

“Perlu diketahui bahwa ketika ada aparat penegak hukum yang bersinergi dengan kita dan ingin melakukan pengembangan, pasti kita arahkan untuk masuk kedalam untuk melakukan penyelidikan, supaya Napi didalam ini otaknya terbuka bahwa teryata tembok lapas bukan tempat nyaman lagi untuk bersembunyi bagi pengendar sehingga mereka ada shock terapi, “pungkasnya

Penulis : Zian

Editor    : Ifal Chandra

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda