Jurus Jitu Oknum Aparat, Diduga Beking BBM Ilegal

72
Ilustrasi
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA. ID : KENDARI – Adanya dugaan keterlibatan oknum aparat kepolisian dalam aktivitas penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Desa Lalonggasumeeto, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe masih menjadi perbincangan hangat.

Irma yang merupakan salah satu penimbun BBM Ilegal jenis Solar di Desa tersebut (Lalunggasumeetto) sama sekali belum mendapat tindakan dari pihak yang berwenang.

Bahkan sebelumnya, Irma juga mengakui bahwa dirinya kerap memberikan setoran kepada oknum polisi di Polda Sultra. Dan parahnya lagi dia juga akui BBM miliknya itu tidak memiliki izin.

Alhasil, persoalan ini pun mendapat komentar pedas dari berbagai organisasi aktivis, di Sulawesi Tenggara.

Pengisian BBM dirumah Irma pada Selasa malam, (15/9/2020).

Kepada Redaksiana.id, ketua Aliansi Pemerhati Pertambangan Sulawesi Tenggara Ilham Nur Baco, meminta kepada Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) untuk segera menindak oknum aparat yang membekingi BBM ilegal di Sultra.

“Kami ingin Polda Sultra segera mengusut dan menangkap pelaku yang selama ini meresahkan, “ucapnya, Selasa (13/10/2020).

Selain itu kata Ilham, dari informasi yang dihimpun sejumlah pemeberitaan, pemilik BBM yang diduga ilegal itu secara buka-bukaan menyebut adanya keterlibatan oknum kepolisian.

“Jadi menurut saya, bukti dan pengakuan sudah cukup mereka juga kerap mengorder sama Irma itu. tinggal bagaimana kemudian pihak aparat kepolisian dalam hal ini Polda Sultra melakukan pemanggilan, “ungkapnya

Olehnya itu, dalam waktu dekat ini pihak Polda Sultra enggan merespon adanya praktek BBM ilegal di Lalonggasumeeto, pihaknya memastikan akan menggelar aksi besar-besaran.

“Kami akan melakukan aksi unjuk rasa untuk mempreshure Polda Sultra agar segera melakukan penyelidikan terkait peredaran BBM yang diduga ilegal. bahkan pihaknya juga akan menyurat ke Mabes Polri Terkait maraknya Peredaran BBM ilegal di Bumi Anoa yang tak tersentuh , “tegas Ilham

Sementara itu ditempat berbeda, Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) juga mendesak pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sultra segera menindak para oknum yang bermain di balik maraknya peredaran BBM ilegal di bumi anoa, salah satunya di pesisir Konawe.

Presidium Ampuh Sultra, Hendro Nilopo mengatakan, maraknya peredaran BBM Ilegal disebabkan adanya keterlibatan oknum polisi, yang justru melakukan pembiaran bahkan turut melakukan pemesanan BBM Ilegal tersebut.

Tak ayal, para pemain minyak black market (BM) nampak aman dan nyaman menjalankan aktivitas ilegal itu.

“Dia seharusnya menindak, bukan malah membiarkan apalagi sampai dengan turut melakukan pemesanan BBM Ilegar tersebut. Atas dasar itulah, sehingga peredaran BBM Ilegal ini semakin merajalela di Sultra, “ucap Hendro, Selasa (13/10/2020).

Lebih lanjut, Ia menyebutkan, bahwa dari informasi yang dihimpun pihaknya, serta pemberitaan di berbagai media online, pemilik BBM yang diduga ilegal itu secara blak-blakan sudah buka suara terkait adanya keterlibatan oknum kepolisian.

Bahkan, pemain minyak ilegal itu juga mengaku, jika BBM yang ditimbunnya tanpa dilengkapi dokumen perizinan itu kerap diorder pihak oknum aparat kepolisian.

Parahnya lagi, penimbun BBM itu terang-terangan mengaku, demi kenyamanannya dalam menjalankan aktivitas ilegalnya itu, maka yang bersangkutan juga harus menyetor uang koordinasi ke oknum aparat kepolisian.

“Ini bukan rahasia lagi, tetapi sudah menjadi konsumsi publik. Maka tentunya tinggal bagaimana respon dari pihak kepolisian untuk segera melakukan pemeriksaan serta penindakan terkait persoalan ini,” jelasnya, sembari memperlihatkan gambar penampungan BBM yang diduga ilegal.

Hendro berharap agar Polda Sultra segera mengusut dan menangkap penimbun BBM ilegal, yang belakangan ini ramai dalam pemberitaan, serta menindak oknum polisi yang diduga turut terlibat.

“Kami ingin Polda Sultra segera mengusut dan menangkap pelaku yang selama ini meresahkan, serta menindak oknum polisi yang diduga turut terlibat,” tegasnya.

Apabila dalam waktu dekat ini, lanjutnya, pihak Polda Sultra tak merespon adanya praktek BBM ilegal di Lalonggasumeeto, maka pihaknya bakal melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran dan akan mempressure persoalan tersebut sampai ke Mabes Polri.

“Kami akan melakukan aksi unjuk rasa, jika Polda Sultra tidak segera melakukan penyelidikan terkait dugaan peredaran BBM ilegal ini, kami juga akan layangkan surat ke Mabes Polri terkait maraknya peredaran BBM ilegal di bumi anoa yang tak tersentuh hukum, “jelasnya

Untuk diketahui, berdasarkan hasil penelusuran Teramesa Media Group, BBM yang ditampung menggunakan ratusan jerigen 35 liter terpampang jelas di kediaman Irma.

Tak cukup sampai disitu, Tim menemukan beberapa tower yang digunakan untuk menimbun BBM berada di sekitar rumah milik Irma. Bahkan, nampak mobil tangki milik salah satu transportir tengah membeli minyak ilegal di kediaman wanita tersebut.

Penulis : Falonk

Apa Komentar dan Pendapat Anda