Jokowi Ingin Lembaga Pendidikan Ciptakan Kurikulum Baru

168
Presiden Jokowi. (Foto Istimewa)
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh tenaga pendidik baik guru maupun doses se-Indonesia, untuk meninggalkan metode yang lama digunakan.

Mantan Wali Kota Solo dua periode ini mengharapkan para tenaga pendidik bisa menciptakan sistem atau cara pembelajaran (Kurikulum) yang baru.

Hal itu dikatakan Jokowi saat menghadiri pengukuhan Guru Besar Kiai Asep Syaifuddin Chalim di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (29/2/2020).

“Yah semua lembaga pendidikan sekolah, universitas, termasuk UIN dan madrasah harus memperbaharui kurikulum. Harus membuat tonggak-tonggak pelajaran yang baru, “pintanya

Dihadapan para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu). Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menjelaskan bahwa pembaharuan sistem itu tidak hanya untuk sekadar mengikuti perkembangan zaman. Namun kata dia, juga untuk menciptakan kemampuan baru yaitu hybrid skill.

“Tentunya harus punya kompetensi-kompetensi baru. Tidak hanya soft skill tetapi juga punya hybrid skill. Karena keterampilan teknis dan keterampilan sosial harus saling berinovasi, “ucap Presiden Jokowi.

Selain itu tujuannya, presiden terpilih dua periode ini menjelaskan bahwa dengan adanya metode baru dalam sistem belajar mengajar, yakni untuk mengejar era digital yang semakin maju.

“Saya juga sudah sering mengingatkan. Dunia sudah berubah. Super cepat. Cara-cara lama yang sudah usang, cara-cara lama cepat usang. Sekaran ini sangat dibutuhkan Skill-skill baru dan cara-cara baru, “jelas Jokowi.

Penulis : Sandi

Editor   : Ifal Chandra

Apa Komentar dan Pendapat Anda