Inkrah di MA, Penggugat Minta PN Kendari Tidak Menunda Eksekusi Lahan di Korumba

40
Hendra Kamal selaku anak dan ahli waris dari pemilik lahan Kamal Pasya.
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Tanah seluas 1.800 Meter Persegi (M2) milik Kamal Pasya selaku (Penggugat) masih menjadi persoalan yang cukup alot.

Eksekusi lahan seperti yang tertera pada putusan Pengadilan Negeri Kelas I A Kendari nomor : 84/Pen.Pdt.Eks2015/PN.Kdi. rupanya menjadi tanda tanya besar bagi pihak penggugat.

Surat penetapan Eksekusi dari PN Kendari.

Padahal, permohonan eksekusi itu telah dilayangkan Dahrian Aneboa, SH selaku kuasa hukum penggugat pada 4 November 2019 lalu.

Hendra Kamal selaku ahli waris lahan milik penggugat tersebut sangat menyayangkan sikap PN Kendari yang menunda proses eksekusi itu. Dimana seharusnya, proses eksekusi tersebut sudah dilakukan pada, Selasa (25/8/2020) kemarin.

Anehnya lagi, pihak PN Kendari rupanya enggan untuk mengeksekusi lahan yang berada di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari ini.

“Saya heran juga kenapa eksekusi kemarin itu harus ditunda padahal jelas surat permohonan eksekusinya yang dikeluarkan PN Kendari, “ungkap Hendra kepada Redaksiana.id, Kamis (27/8/2020).

Surat permohonan Eksekusi dari Kuasa Hukum penggugat.

Dikatakannya juga bahwa, eksekusi lanjutan itu akan dilakukan pada, Jumat (28/8/2020) besok. Dia pun berharap agar prosesnya segera terlaksana.

“Saya berharap besok eksekusi itu segera dilaksanakan, dan apabila belum terlaksana maka saya pastikan akan segera melaporkan ke lembaga Ombudsman RI, “tegas Hendra

Untuk diketahui polemik ini telah terjadi sejak tahun 2015 lalu, Kamal Pasya yang sebelumnya berlawanan dengan para tergugat yakni Maddatuang, Islamuddin, Subaedah, Sirajuddin, S. Damaris Sikatta dan Harfian Amiluddin, memang hingga kasasi di Mahkamah Agung pada 2017 lalu seperti tertera pada nomor : 2585 K/Pdt/2017 pada tanggal 14 November 2017.

Akan tetapi proses eksekusi seperti yang tertera pada putusan yang telah inkrah atau berkekuatan hukum tetap itu, masih saja belum terlaksana.

Penulis : Falonk

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda