Ini Besaran Zakat Fitrah yang Telah Ditetapkan Pemda Konsel

140
Pemda Konsel bersama Forkompimda menggelar rapat sambut bulan Ramadhan (FOTO: Diskominfo)
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKDIANA.ID : KONSEL – Bulan suci Ramadhan yang dinantikan oleh seluruh umat muslim tak lama lagi akan segera tiba. Di bulan tersebut, umat muslim melaksanakan puasa dan amal kebajikan lainnya.

Termasuk melaksanakan kewajiban membayar zakat, yang menjadi kewajiban bagi setiap individu, baik laki – laki maupun perempuan yang mampu untuk berzakat sesuai dengan syarat – syarat yang ditetapkan.

Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar rapat untuk mengatur dan menetapkan besaran zakat yang harus dikeluarkan oleh setiap umat muslim yang berada di Kabupaten Konsel dengan melihat dari makanan pokok masyarakat setempat.

Rapat tersebut dipimpin oleh Bupati Konsel, Surunuddin Dangga dan dihadiri Wakil Bupati, Arsalim Arifin, Sekretaris Daerah, Sjarif Sajang, Dandim 1417/Kendari, Kol. Inf Alamsyah, Kepala Kemenag Konsel, Adnan Saufi dan perwakilan Organisasi Islam serta unsur Forkopimda.

Hasil dari rapat tersebut, dilakukan penetapan nilai zakat fitrah yang disampaikan oleh Bupati Konsel, Surunuddin Dangga setelah terjadi kesepakatan bersama dalam rapat pembahasan terkait persiapan menyambut Bulan Suci Ramadhan 1441 H/2020 M di Kantor Bupati

“Telah di putuskan bersama, yang sebelumnya kita telah mendengar pendapat dari Organisasi Islam dan dampak dari pandemi wabah corona, sehingga kita tetapkan pembayaran zakat fitrah tertinggi Rp 30 ribu dan terendah sebesar Rp 15 ribu,” ucap Surunuddin, Rabu (15/04/2020).

Lebih lanjut, Surunuddin menjelaskan, bahwa ditetapkan 4 besaran zakat fitrah perorang untuk wilayah Konsel yakni, golongan masyarakat yang mengkonsumsi jenis beras premium sebesar Rp 30 ribu, beras medium sebesar Rp 25 ribu, beras bulog/rastra sebesar Rp 20 ribu, dan bagi masyarakat yang kesehariannya mengkonsumsi non beras seperti jagung, ubi atau sagu sebesar Rp 15 ribu.

Dijelaskannya juga, besaran zakat tersebut ditentukan dengan mengacu pada harga beras di pasaran dan sesuai dengan ketentuan zakat dalam Agama Islam, yang setiap orangnya wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 kg atau 3,5 liter.

“Kita berharap, pembayaran zakat bisa di awal bulan Ramadhan, sesuai dengan himbauan Pemerintah Pusat melalui Kemenag, agar dapat membantu meringankan beban masyarakat penerima zakat,” kata Surunuddin.

Perlu diketahui bahwa beberapa hari sebelumnya, Menteri Agama, Fachrul Razy dalam surat edarannya kepada jajaran Kemenag di seluruh Indonesia, mengimbau kepada lembaga – lembaga zakat agar menerima dan menyalurkan zakat fitrah lebih cepat saat bulan Ramadhan telah tiba, agar dapat membantu masyarakat kurang mampu sebagai penerima zakat ditengah situasi mewabahnya Covid-19 ini.

Penulis: Agus Muhaimin

Apa Komentar dan Pendapat Anda