HMI Cabang Kendari Tolak Mentah-mentah Isu Kedatangan 500 TKA di Sultra

80
Ilustrasi
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Ditengah ketakutan masyarakat Indonesia menghadapi wabah virus corona atau covid-19. Pemerintah Pusat kembali berulah dengan mengeluarkan kebijakan yang membuat geleng kepala.

Bagaimana tidak, isu akan masuknya 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) dalam waktu dekat ini akan kembali membuat polemik ditengah masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) setelah kedatangan 49 TKA China sebulan yang lalu.

Bahkan Gubernur Sultra, Ali Mazi serta semua element masyarakat di bumi anoa ini, menolak keras kedatangan ratusan TKA tersebut.

Sekretaris HMI Cabang HMI Kendari, Ilham Nur Baco.

Hal itu juga mendapat sorotan dari Sekretaris Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kendari, Ilham Nur Baco kepada Redaksiana.id, Kamis (30/4/2020).

“Kami mendukung penuh upaya Gubernur Sultra dan DPRD Provinsi Sultra dalam menolak kebijakan pemerintah pusat untuk mendatangkan 500 TKA asal Tiongkok masuk didaerah Sulawesi Tenggara, kami menolak mentah-mentah kedatangan TKA itu, “ucapnya

Padahal kata Ilham, segala upaya telah ditempuh pemerintah pusat dan daerah untuk menekan meningkatnya penyebaran pandemi virus corona ini agar tidak menyebar lebih luas.

“Sebagai warga negara yang baik, kami sudah mengikuti instruksi dan protokol kesehatan dari pemerintah untuk memutus rantai penyebaran covid-19, bahkan kami sebagai mahasiswa dan aktivis tidak jadi mudik, tidak berkumpul seperti selama ini yang telah terbangun dalam mindset mereka bahwa mahasiswa dan aktivis keras kepala dan melawan, “bebernya

Meski demikian lanjut sekretaris HMI Cabang Kendari ini mengatakan, walaupun disatu sisi masih ada sebagian masyarakat yang masih menganggap remeh kasus ini.

Bahkan sebagai mahasiswa dan penggiat organisasi ia memandang bahwa isu kebijakan ini tetap dipaksakan oleh pemerintah pusat.

“Maka peran agen of change dan social control ditengah wabah Corona akan kembali riuh, kendati harus bersebrangan dengan kebijakan pemerintah soal PSBB. Sebab kami menilai presiden dalam hal ini tidak betul-betul memperhatikan ketakutan rakyat, hemat kami kebijakan presiden sebelumnya kembali mentah, “pungkas Ilham

Penulis : Falonk

Apa Komentar dan Pendapat Anda