Gegara Virus Corona Arab Hentikan Jemaah Umroh, Pemerintah RI Nyatakan Sikap

193
Design REDAKSIANA.ID
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : JAKARTA – Keputusan pemerintah Arab Saudi memberhentikan sementara penerimaaan jamaah umroh dan salah satunya jemaah asal Indonesia, direspon tanggap oleh pemerintah RI.

Dimana sebelumnya keputusan yang dilakukan pemerintah kerajaan Arab itu yakni, sebagai tindakan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Rapat di Kementerian PMK terkait peryataan pemerintah Kerajaan Arab. (Foto Firman/REDAKSIANA.ID)

Mendengar peryataan itu, para Menteri pun langsung melakukan rapat di Kantor Kementerian Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) di jalan Merdeka Barat, Gambir Jakarta Pusat, Kamis (27/02/2020).

Rapat ini dipimpin oleh Menteri PMK Muhadjir Effendi dan dihadiri oleh sejumlah Menteri terkait.

Selain itu hadir juga Menteri Agama, Fachrul Razi Batubara, kemudian disusul oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang didampingi oleh Dirjen Perhubungan Udara, Novie Riyanto.

Ditemui Redaksiana.id beserta media lainya, Menteri PMK Muhadjir Effendy menyampaikan tiga point sikap resmi pemerintah Indonesia terhadap keputusan Pemerintah kerajaan Arab Saudi.

“Pertama, pemerintah RI memahami keputusan pemerintah Arab Saudi terkait pemberhentian sementara izin masuk umroh dan ziarah ke Masjid Nabawi, “ucapnya saat ditemui usai rapat.

Menteri PMK, Muhadjir Effendy, saat menyampaikan tiga point sikap resmi pemerintah RI terhadap keputusan Pemerintah kerajaan Arab Saudi. (Foto Firman/REDAKSIANA.ID)

Kemudian yang kedua lanjut Muhadjir, pemerintah RI memahami kebijakan pemerintah Arab Saudi yang melalukan pertimbangan kesehatan umat yang lebih besar, terutama mereka yang melakukan umroh dan ziarah ke Masjid Nabawi.

“Ketiga, pemerintah Indonesia telah melakukan komunikasi dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi antara lain, jemaah yang sedang melakukan ibadah dapat melanjutkan ibadah atau ziarahnya, jemaah yang sudah terlanjur atau akan mendarat supaya diizinkan untuk melanjutkan ibadah atau ziarah, “pintanya.

Ditambahkannya juga, setelah rapat itu, akan dilakukan rapat koordinasi lanjutan untuk kepentingan jemaah yang akan berangkat umroh.

“Kita akan rapat lagi, tujuannya semaksimal mungkin melindungi kepentingan calon jemaah yang berkaitan dengan biro perjalanan maskapai penerbangan akomodasi dan modal maupun visa, “pungkasnya

Penulis : Firman

Editor    : Ifal Chandra

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda