Gauli Gadis Belia, Remaja Pria di Kendari Dipolisikan

196
Ilustrasi
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Mungkin sudah dibisiki setan, pria berinisial J alias A (23) warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) itu tak tahan lagi mengontrol nafsu birahinya.

J (Pelaku) nekat setubuhi pacarnya L (Korban) yang masih berusia 12 tahun. Aksi itu dilakukan J dan L disebuah kos-kosan di Kota Kendari

Pelaku saat diamankan petugas.

Kejadian itu bermula saat J yang merupakan buruh bangunan ini mengajak kekasihnya L untuk berjalan-jalan menikmati suasana disekitar Kota Kendari.

Namun berselang beberapa kemudian, J pun menanyakan ke L apakah dia bersedia untuk pergi tempa kos milik spupu J atau tidak.

Akan tetapi, karena sudah merasa saling mencintai, L pun mengiayakan permitaan dari J.

“Dirumah kos itulah pelaku mengajak pacarnya (korban) untuk melakukan hubungan intim, dan saat itu pelaku mengatakan ke korban akan bertanggungjawab bila ada sesuatu terjadi. Korban pun yang saat itu tengah dimabuk cinta lansung mengiyakan permintaan J yang tak lain adalah pacarnya dan terjadilah hubungan intim layaknya suami istri sebanyak dua kali, “ungkap Kapolsek Poasia, AKP Slamet Budiyono, Rabu (11/3/2020).

Tak puas hanya sekali, J kemudian membawa L kerumah kos miliknya (pelaku_red).

“Setelah pulang dari kamar kos milik sepupu pelaku, keduanya melanjutkan aksi lagi di kamar kos milik J, “ucap Slamet.

Namun sayang, bahagia itu hanya sementara untuk J, akibat perbuatannya J harus berhadapan dengan hukum lantaran dilaporkan oleh bibi L (korban) yang tak terima keponakannya telah disetubuhi.

“Terungkapnya perbuatan haram itu ketika tante korban merasa curiga pada keponakannya yang tidak pulang semalaman. Setelah pulang Korban langsung diinterogasi oleh tantenya, darisitulah korbanpun mengakui telah digauli oleh pacarnya, “ungkap Slamet Budiyono.

“Kemudian tante korban datang di kantor melaporkan kejadian itu, dan anggota kami pun langsung menangkap pelaku Selasa malam 10 Maret 2020 tepatnya sekitar pukul 23.00 WITA, “tambah Kapolsek Poasia

Alhasil J pun harus meratapi sebagian kisah hidupnya didalam sel tahanan polisi. Atas perbuatannya itu J dijerat dengan UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002.

“Tersangka ini di jerat dengan pasal 81 ayat 1 dan 2 juncto pasal 76 huruf D undang-undang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun pidana penjara dan maksimal 15 tahun penjara, “pungkas Kapolsek Poasis.

Penulis : Kiki Anggelia

Apa Komentar dan Pendapat Anda