Dugaan Ilegal Mining, Polri Diminta Tangkap Dirut PT. NPM, Bososi dan Lima Tambang di Konut

248
Ilustrasi design REDAKSIANA.ID
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Forum Mahasiswa Pemerhati Investasi Pertambangan (Forsemesta), ikut menyoroti soal penindakan Tim investigasi Mabes Polri terhadap dugaan ilegal mining PT. Natural Perkasa Mandiri (NPM).

Tak hanya NPM, tujuh perusahaan lain yang beroperasi di Blok Marombo, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara (Konut), yakni PT. Rockstone Mining Indonesia (RMI), PT. Tambang Nikel Indonesia (TNI), PT. AMPA, PT. Pertambangan Nikel Nusantara (PNN), PT. Jalumas dan PT. Bososi.

Namun anehnya, hingga saat ini kasus tersebut belum menemukan kejelasan. Bahkan Polri juga belum juga melakukan penetapan tersangka kepada sejumlah oknum yang bertanggungjawab atas dugaan Ilegal mining tersebut.

Hal itu dijelaskan oleh Koordinator Presidium Forsemesta, Muh. Ikram Palesa, Jumat (3/4/2020).

Koordinator Presidium Forsemesta, Muh. Ikram Palesa.

Kata Ikram, Polri terkesan lamban dan tidak transparan dalam pengungkapan kasus dugaan ilegal mining yang dilakukan oleh PT. NPM, PT. Bososi Pratama bersama beberapa tambang lainnya.

“Padahal kasus tersebut telah terang benderang, siapa yang harus bertanggung jawab dari sejumlah persoalan yang ditimbulkan akibat kegiatan pertambangan secara ilegal dikawasan IUP. PT. Bososi Pratama, disitu ada NPM juga, “ungkapnya

Menurut Ikram ada 3 petunjuk jelas yang dapat digunakan Polri dalam melakukan penetapan tersangka atas dugaan aktivitas ilegal di wilayah IUP PT. Bososi Pratama. Pertama, Insiden Kecelakan Kerja yang mengugurkan 2 kariawan PT. NPM diwilayah IUP PT. Bososi merupakan gambaran bahwa Perusahaan tersebut diduga melakukan aktivitas secara ilegal tanpa mekanisme penambangan yang benar. teranyar kata Ikram perusahaan tersebut juga diduga belum mengantongi IUJP.

Tim investigasi Mabes Polri saat melakukan penyegelan di kawasan IUP PT. Bososi.

“Kedua, saat penindakan TIM Investigasi Mabes Polri terhadap sejumlah perusahaan diwilayah IUP PT. Bososi Pratama ditemukan PT. RMI masih melakukan aktivitas pertambangan yang juga diduga tidak memiliki dokumen untuk menggatapa Ore diwilayah IUP PT. Bososi Pratama, perahnya aktivitas perusahaan tersebut diluar Wilayah IUP bahkan masuk dalam Kawasan Hutan lindung, “jelas Ikram

Kemudian yang ketiga tambah Ikram, PT. Bososi Pratama diduga mengkomersilkan IUP nya kepada sejumlah perusahaan dalam bentuk join operasional tanpa mengantongi Dokumen yang sah.

“Terlebih lagi mereka (PT. Bososi pratama dan Kroninya) juga diduga melakukan aktivitas pertambangan diluar IUP dan menorobos kawasan Hutan Lindung. Nah dengan demikian ini telah cukup untuk menjerat Pimpinan PT. Bososi Pratama, PT. RMI, PT. NPM dan sejumlah perusahaan lainnya, “bebernya

Lebih lanjut, Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI ini meminta Mabes Polri untuk segera menetapkan tersangka dalam dugaan kasus ilegal mining PT. Bososi Pratama dan dalam hal aktivitas pertambangan ketujuh perusahaan yang melakukan kegiatan dikoridor dan diluar Wilayah IUP yang juga hutan lindung tanpa mengantongi IUJP.

“Kami minta Polri juga fokus melakukan penindakan kepada 2 (dua) perusahaan yakni PT. RMI dan PT. NPM yang secara nampak telah menunjukan ketidakpatuhan mereka atas hukum yang berlaku. PT. NPM selain dugaan aktivitas yang sama, akibat manajemen yang kurang baik perusahaan tersebut mencelakakan 2 kariawannya hingga meninggal dunia, “tegas Ikram

Penulis : Falonk

Apa Komentar dan Pendapat Anda