Dua Anak di Buteng Dianiaya Ibunya, Satu Tewas Direndam, Satunya Diiris Pake Pisau

439
Ilustrasi
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : BUTENG – Surga berada ditelapak kaki Ibu, namun kata ini sangat tidak layak disematkan bagi Malfia (21).

Warga Desa Doda Bahari, Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) ini, nekat melakukan perbuatan sadis terhadap dua anaknya.

Peristiwa ini terjadi pada, Selasa (25/2/2020) sekitar pukul 15.38.WITA.

Malfia tega mengiris leher anak balitanya yang berumur dua tahun dan membunuh bayinya yang masih berumur empat bulan dengan cara merendamnya dibak kamar mandi.

Ditengarai, Ibu muda ini diduga mengalami depresi setelah melahirkan Alfin, dan diduga makin terbebani setelah melahirkan Aira.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh Aco (35) yang tidak lain merupakan Kakak dari Mulfia.
Dimana saat tiba di rumah orang tuanya di Desa Doda Bahari, pintu rumah yang dalam keadaan terkunci, mengharuskan Aco berteriak memanggil adiknya Malfia untuk membukakan pintu. Tak lama kemudian pintu pun dibuka oleh Malfia.

Malfia yang tengah berdiri mengayun Aira yang masih berusia empat bulan lebih, sempat ditegur Aco agar tikar basah yang afa dibawah ayunan untuk segera dijemur diluar.

Tak hanya itu Aco juga sempat menanyakan keberadaan Alfin dan mengingatkan Malfia untuk disuruh bermain diluar rumah bersama teman-temannya.

Namun permintaan sang Kakak itu, sat sedikitpun direspon Malfia. Karena merasa aneh, Aco pun memeriksa Alfin kedalam kamar. Saat membuka pintu kamar, ia melihat darah di lantai dan tak jauh dari tempat Alfin berbaring ditemukan pisau dapur.

Tragisnya lagi, Aco melihat kemenakannya (Alfin_red) dalam keadaan bersimbah darah pada bagian leher belakangnya tepat pukul 17.00 WITA.

Ia pun segera memeriksa kemenakannya tersebut dan membawa Alfin keluar rumah. Dibantu dengan bibi Aco dan tetangga lainnya, Alfin pun langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat.

Saat bibi Aco masuk kedalam rumah, ia mendapati Malfia duduk bersimpuh tak jayg dari ayunan Aira, tatapan Malfia pun terlihat kosong.

Melihat tikar dibawah ayunan Aira basah, sang bibi pun memeriksa Aira sang bayi dalam ayunan. Ternyata badan Aira dan baju yang dikenakannya basah, kondisinya pun sudah membiru dan tak ada suara.

Aco pun menyuruh bibinya membawa Aira ke puskesmas. Namun sayang, nyawa Aira sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Sementara Alfin yang kritis dirujuk ke RSUD Buteng di Lombe.

Malfia kini telah diamankan oleh saudara lainnya dan tetangganya ke rumah sebelah. Saat diamankan, Malfia tidak memberikan perlawanan dan bersuara. Ia hanya tertunduk dan memelototi orang yang coba menatapnya.

“Saya menduga adik saya Malfia ini telah merendam bayinya dalam bak kamar mandi sewaktu saya datang dan Alfin belum lama diiris belakang lehernya dengan pisau dapur, “ungkapnya

Salain itu Aco menduga, mungkin sewaktu sendiri dalam rumah, anaknya menangis dan bayinya rewel. Sehingga dia depresi dan penyakitnya kambuh kemudian tega menghabisi anak-anaknya.

Saat kejadian, suami Malfia tengah melaut menjaring ikan untuk menafkahi kebutuhan keluarganya. Seuasi dari mengais rejeki tepatnya pada waktu Magrib, suami Malfia sontak kaget melihat banyak orang berkumpul di rumahnya.

Saat mengetahui putrinya tewas ditangan Malfia, air matanya pun tak kuasa tertahan, Suami Malfia ini juga terlihat histeris, lantaran ditinggal pergi anak kesangannya yang masih balita itu.

“Kenapa bukan saya yang mati, kenapa harus anakku, “ucapnya sembari berteriak dan meneteskan air mata.

Malihat hal itu, keluarga dan tetangganya mencoba menghibur Suami Malfia ini, setelah itu iapun langsung diantar ke RSUD Buteng untuk melihat kondisi Alfin yang masih ada harapan untuk selamat.

Untuk sementara, pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari para saksi, barang bukti, dan mengamankan Malfia di rumah lainnya. Mereka juga berkoordinasi dengan tenaga medis di Puskesmas Sangia Wambulu untuk memastikan kondisi kejiwaan Malfia.

Penulis : Ifal Chandra

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda