Dinilai Tak Mampu Tuntaskan Kematian Randi Dan Yusuf, Cipayung Kendari Dengungkan Copot Kapolri

56
Ketua HMI Cabang Kendari, Sulkarnain.
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSISANA. ID : KENDARI – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kendari, menyerukan agar Kapolri dicopot dari jabatannya.

Sebab mereka menilai, aparat kepolisian tak mampu menuntaskan kasus penembakan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) saat aksi unjuk rasa bulan september 2019 lalu.

Dari peristiwa itu, dua mahasiswa UHO tewas terkena peluru aparat kepolsian. Keduanya yakni Randi dan Yusuf Kardawi

Menyoal hal itu, ribuan Mahasiswa yang tergabung dari berbagai Organisasi Eksternal dan Organisasi Internal kampus akhirnya menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sultra, pada Sabtu, (26/9/2020).

Aksi tersebut berlangsung hingga malam hari dan berakhir bentrok dengan aparat kepolisian.

Ketua Umum HMI Cabang Kendari, Sulkarnain mengungkapkan bahwa, terjadinya aksi yang berakhir bentrok merupakan reaksi kekesalan mahasiswa terhadap proses penanganan kasus penembakan yang belum di tuntaskan oleh institusi kepolisian

“Ya itu adalah reaksi kekesalan sebenarnya atas proses hukum penembakan mahasiswa yang belum tuntas, padahal sudah genap setahun, ” ugkapnya, Minggu (27/9/2020).

Mantan Ketua Umum HMI Komisariat Faperta UHO itu mendengungkan copot Kapolri Idham Aziz. Karena, dalam kasus ini pihak kepolisian terkesan melindungi pelaku penembakan dua demonstran saat aksi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra bulan September lalu.

“Copot Kapolri Pak Idham Azis, percuma saja beliau jadi kapolri walaupun jadi perwakilan masyarakat sultra di polri namun terkesan melindungi pelaku penembakan dua rekan kami, “tegas Sul.

Tak hanya itu, dirinya juga akan melakukan konsolidasi se Indonesia Copot Kapolri atas penculikan dan penyiksaan anggotanya di markas Polda sultra saat menggelar aksi.

“Kami akan konsolidasi se-indonesia untuk minta kapolri di copot, anggota kami di culik dan siksa perbuatan macam apa ini. Dan ingat kami akan turun bersama cipayung, diperingatan G30SPKI. Perbuatan polisi berlebihan jangan paksa kami tiru adegan PKI, “tutupnya dengan nada keras.

Penulis : Falonk

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda