Dinilai Lalai, Ampuh Sultra Minta Dirut RSUD Kendari Dicopot dari Jabatannya

108
Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo.
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Wabah virus Corona (Covid 19) sampai hari ini menjadi hal yang sangat di takuti oleh sebagian besar masyarakat terkhusus masyarakat di bumi anoa Sulawesi Tenggara (Sultra).

Tentunya ini menjadi PR untuk pemerintah Kab/Kota maupun provinsi bagaimana untuk meredam kepanikan masyarakat terkait wabah Covid 19 ini.

Namun lain hal yang di duga dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Kota Kendari, yang telah menerapkan mekanisme pemakaman dengan standar Covid 19 kepada pasien yang meninggal tanpa ada hasil swan yang jelas.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sultra, Hendro Nilopo kepada Redaksiana.id, Senin (20/4/2020).

“Pihak Rumah Sakit Kota Kendari ini telah menerapkan pemakaman dengan standar Covid 19 pada pasien yang meninggal tanpa ada hasil swab yang jelas, “tegasnya

Selain itu pria sapaan Don HN itu mengatakan bahwa hal tersebut sangat merugikan pihak keluarga yang tidak bisa memakamkan jenazah keluarga dengan tradisi yang biasanya di terapkan.

“Tidak hanya itu kejadian tersebut membuat kampung halaman kami sekarang menjadi perbincangan masyarakat umum, padahal pihak keluarga juga sudah meminta kebijakan kepada pihak rumah sakit, agar jenazah almarhuma di kebumikan seperti biasa, bukan dengan cara standar Covid 19, “ucapnya

Bahkan terkait hal itu, pihak Rumah Sakit Kota Kendari tidak mengaminkan permintaan pihak keluarga, dengan tetap memakamkan dengan cara pemakaman standar Covid 19 tanpa hasil swab yang menyatakan bahwa jenazah almarhuma di nyatakan positif terjangkit Covid 19.

“Keluarga sudah minta kebijakan kepada pihak Rumah Sakit Kota Kendari, agar almarhuma di makamkan seperti biasanya, tetapi pihak rumah sakit bersikeras agar pemakan itu dilakukan dengan standar Covid 19, “jelas Hendro

Untuk itu berdasarkan uraian diatas, pihaknya meminta agar direktur Rumah Sakit Kota Kendari di copot dari jabatannya, dan digantikan dengan orang yang memiliki jiwa kemanusiaan yang besar.

“Kami minta agar Dirut Rumkit kota Kendari dicopot saja, kami sangat kecewa kepada pihak rumah sakit, “pinta Hendro

“Kami punya alasan agar jenazah keluarga kami di kebumikan dengan cara yang benar, sebab hasil swab yang mengatakan bahwa almarhuma di nyatakan positif Corona itu belum ada, “tambahnya

Tak hanya itu, menurut Hendro setelah keluarganya di kebumikan dengan cara yang tidak sesuai dengan syariat Islam hasil swabnya justru menyatakan bahwa jenazah keluarganya itu ternyata negatif dari virus corona.

“Sekarang siapa yang dirugikan, pertama kami tidak bisa memakamkan keluarga kami dengan tradisi kami, kedua stigma masyarakat sudah melekat bahwa kampung halaman kami sudah terjangkit virus corona, “pungkasnya

Penulis : Falonk

Apa Komentar dan Pendapat Anda