Diduga Korupsi, Kadis Pertanian Konawe Dipanggil Polisi

50
Ilustrasi
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONAWE – Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Konawe, Syahrudin harus memenuhi panggilan pihak Polres Konawe, setelah dia diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait kasus pengadaan alat bantuan pemotong padi dari Kementerian Pertanian pada Desember 2019 lalu.

Terkait hal itu, Kasat Reskrim Polres Konawe IPTU Husni Abdah mengungkapkan baru-baru ini pihaknya menerima laporan dari seorang LSM yang dikuasakan oleh salah satu kelompok tani di Konawe.

Alat pemotong padi di Dinas Pertanian Konawe.

“Berdasarkan keterangannya mereka menerima bantuan satu unit alat pemotong padi merk Inari Combine Harvester Besar dari Kementerian, “ungkapnya, Rabu (29/4/2020).

Selain itu dalam pengaduannya kata Husni, mereka (kelompok tani red) diminta oleh pihak Dinas Pertanian agar diserahkan dulu ke Dinas untuk di verifikasi.

“Karena sudah tiga bulan lebih alat tersebut berada di Dinas terkait makanya pihak kelompok tani mengadukan hal tersebut di Polres Konawe, “jelasnnya

Kemudian soal pemalsuan dokumen, lanjut Kasat Reskrim pihaknya masih selidiki, untuk memastikan kebenaran kasusnya.

“Yang jelas kami masih terus perdalam kasus ini. Karena laporannya memang masih baru. Kita sudah periksa dari kelompok tani, kemudian pihak pelapor, dan juga dari dinas terkait yakni Kepala Dinas, “beber Husni

Kadis Pertanian Konawe, Syahruddin usai diperiksa penyidik Tipidkor Polres Konawe.

Sementara itu terkait pemanggilannya di Polres Konawe, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Konawe, Syahruddin ditemui usai diperiksa oleh penyidik, menyampaikan bahwa ini dalam rangka memberikan keterangan tentang alat pemotong padi yang lalu ditujukan ke kelompok tani yang ada di Konawe.

“Jadi masalahnya ini masalah tata proseduralnya. Seharusnya barang ini datang dulu di Dinas Pertanian, kemudian dilengkapi administrasinya, artinya prosedur administrasinya kita selesaikan dan kita kirim kembali ke pusat, “ucapnya

Namun kenyataannya alat tersebut tiba di Konawe dengan prosedur administrasinya sudah diselesaikan ditengah jalan alias di palsukan dokumennya.

“Nanti setelah kementerian menyampaikan ke kami baru kami tau ternyata ada barang dari kementerian. Makanya kami tarik dulu di Dinas Pertanian, “jelas Syaruddin

Penulis : Falonk

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda