Diduga Ada Unsur Politik, 14 Warga Mowila Konsel Tak Dapatkan BLT

27
Amrullah salah satu warga di Desa Mowila yang tidak mendapakan BLT.
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONSEL – Polemi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang alokasi anggarannya berasal dari Dana Desa (DD) di Desa Mowila, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kini menjadi pertanayaan besar.

Pasalnya, sejumlah warga Desa Mowila protes terhadap Kepala Desa Mowila, Nani atas tak terakomodirnya mereka sebagai penerima bantuan dampak pandemic Covid-19 itu.

Tak tersalurkannya bantuan kepada sejumlah warga itu diduga karena motif politis pasca pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mowila, pada beberapa waktu lalu.

Salah satu warga yang tidak menerima BLT yakni Amrullah, mengaku telah mencari tahu atas kasus yang dialaminya. Dia menduga, Kepala Desa Mowila tidak memberikan bantuan kepadanya, karena berkaitan saat pemilihan kepala desa beberapa waktu yang lalu.

“Kakak saya waktu itu maju sebagai calon Kepala Desa Mowila. Jadi saya menduga ini ada hubungannya. Padahal, Pilkades sudah selesai. Saya juga dapat informasi, warga yang tidak memilih kepala desa sekarang saat Pilkades, tidak dapat bantuan. Ini bisa ditanyakan pada pedagang sayur di simpang empat Desa Mowila, ” ungkapnya, Minggu (17/5/2020).

Parahnya lagi, saat Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga bersama tim datang langsung menyalurkan bantuan kepada warga di Kantor Camat Mowila, Kamis 14 Mei 2020 lalu, warga Dusun II ini juga tak diberi bantuan berupa beras 5 Kg, gula 1 Kg, dan minyak goreng 1 liter.

“Jujur saya tidak terima diperlakukan seperti ini, “kesal Amrullah.

Diatambahkannya juga, meski Camat Mowila berjanji akan menyelesaikan masaalah itu, namun sudah beberapa hari ini kasus itu didiamkan.

Akibatnya Amrullah sangat terpukul akibat dampak pandemi Covid-19. Sebab, jasa penyewaan sound system (elekton) miliknya terhenti, sejak adanya larangan pemerintah agar tidak melakukan pertemuan atau berkumpul dalam skala besar, akibat merebaknya penularan virus corona.

Amrullah hanya bisa berharap agar nasib keluarganya mendapat perhatian pemerintah. Namun, harapan dia tak kunjung datang, meski sudah pernah didata sekitar Maret 2020 oleh Kepala Dusun II Desa Mowila, Anca.

“Foto copy KTP dan Kartu Keluarga sudah pernah diambil oleh Kepala Dusun II. Saya tanya pak dusun waktu mendata, untuk keperluan apa data-data keluarga saya. Pak dusun bilang, mau didata warga yang terdampak virus corona supaya dapat bantuan pemerintah, “bebernya

Bahkan kata dia, bantuan pemerintah sangat diharapkan, karena sejak pandemi covid terjadi, tak ada job penyewaan elekton miliknya.

“Tidak ada job, karena tidak ada pesta. Biasanya sebelum masuk bulan puasa, banyak acara hajatan pernikahan atau acara keluarga. Karena adami virus corona di mana-mana, job berhenti. Tidak ada kegiatan. Jadi saya ini benar-benar merasakan dampak virus corona, “jelas Amrullah

Namun setelah pemerintah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak Covid 19 di Desa Mowila, Amrullah tidak mendapat bantuan.

“Saya ini kena dampak, tapi tidak dapat bantuan. Jadi saya pertanyakan kepada pak dusun lalu ke desa. Pak dusun bilang, data sudah disetorkan ke desa. Saya kemudian tanya ke kepala desa, tidak ada penjelasan yang baik. Saya ini tidak kena dampak katanya, “ujarnya.

Lebih lanjut kata dia, ketika dilakukan pendataan untuk penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Mowila, Amrullah saat itu menolak karena masih ada keluarga lain yang lebih membutuhkan bantuan tersebut.

“Saat itu job elekton masih ada, sehingga masih bisa memenuhi kebutuhan keluarga, “katanya

Tapi, setelah ada wabah virus corona, bantuan pemerintah sangat dibutuhkan. Dampak virus corona ini sangat terasa dan tidak memandang status ekonomi.

“Mau yang punya mobil, punya usaha jualan dan sebagainya terkena dampak. Termasuk usaha jasa elekton saya terkena dampak,” tandasnya.

Selain Amrullah, masih ada juga 14 warga lainnya yang terdampak Covid-19, namun tidak tersentuh bantuan.

Sementara itu, Kepala Desa Mowila, Nani yang dikonfirmasi melalui telepon selullernya, sedang tak berada di rumah. Hanya saja, panggilan telepon dari redaksi Tenggaranews.com sempat diangkat dan dijawab oleh anaknya.

“Dia keluar mamaku om,” jawab dari balik telepon.

Penulis : Falonk

Apa Komentar dan Pendapat Anda