Dianggap Salah Beri Informasi, Tamalaki Sultra Minta Kapolri Copot Kapolda

167
Ketua Tamalaki Sultra, Alfian Anas.
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Tersohornya statement Kapolda Sultra yang dianggap telah memberikan informasi salah kepada masyarakat dinilai telah membuat bingung banyak orang.

Hal itu dikatakan Ketua Taman Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Tolaki (Tamalaki) Sultra, Alfian Anas, Selasa (17/3/2020).

Bahkan akibat peryataan itu, Alumni Fakultas Hukum angkatan 2009 ini, meminta kepada Kapolri untuk segera mencopot Kapolda Sultra.

“Kemarin sangat jelas dia menyampaikan bahwa puluhan TKA asal China itu bukan pendatang baru, melainkan TKA yang mengurus perpanjangan Visa di Jakarta. Tapi nyatanya mereka semua adalah pekerja asing yang baru yang baru tiba di Indonesia, “tegasnya

Bahkan sebagai pejabat tinggi di institusi kepolisian kata dia, Kapolda Sultra seharusnya lebih berhati-hati dalam memberikan informasi kepada masyarakat, terlebih lagi dengan kondisi negara yang tengah menghadapi masalah virus yang bisa mematikan ini.

“Dengan situasi seperti ini, seharusnya dia tidak sembarang memberikan informasi. Sekarang nanti sudah ketahuan baru klarifikasi dengan berbagai pembenaran, “ucap Pian sapaan akrabnya.

Selain itu ia juga meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan DPRD Sultra untuk segera menghentikan sementara aktivitas di PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh TKA yang bekerja di pabrik pemurnian nickel tersebut.

“Pemerintah jangan hanya konfrensi pers saja, masyarakat butuh langkah nyata. Hentikan sementara aktivitas di PT VDNI dan periksa semua TKA-nya, agar masyarakat tenang, “imbaunya

Untuk diketahui sebelumnya, Kapolda Sultra telah melakukan klarifikasi terkait informasi yang disampaikannya soal kedatangan 49 TKA melalui konferensi pers di Mapolda Polda Sultra.

Merdisyam mengaku bahwa peryataan yang disampaikannya saat itu hanya bermaksud untuk meredam situasi yang mulai memanas akibat viralnya video kedatangan puluhan TKA tersebut di Bandara Halu Oleo pada Minggu malam.

“Kondisi malam itu sudah mulai memanas, masyarakat panik setelah melihat video yang beredar, terlebih lagi perekamnya mengatakan bahwa itu corona yang datang. Sehingga kami langsung mengambil langkah cepat untuk menenangkan masyarakat terhadap informasi yang beredar pada video itu, “ucap Kapolda Sultra.

Penulis : Falonk

Apa Komentar dan Pendapat Anda