Dede Farhan Paparkan Ilmu Linguistik Dalam Tata Bahasa Pariwisata

112
Pemerhati Bahasa dan Pariwisata, Dede Farhan Aulawi.
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : BANDUNG – Istilah linguistik pariwisata (Tourism Linguistic) yaitu ilmu linguistik yang digunakan dalam mengemas tata bahasa kepariwisataan.

Termasuk dalam hal promosi objek wisata untuk memikat para pembaca sehingga berkeinginan untuk mendatangi objek wisata yang dipromosikan.

Hal ini dikatakan oleh Pemerhati Bahasa dan Pariwisata, Dede Farhan Aulawi, Rabu (26/2/2020).

“Begitupun dengan penggunaan gaya bahasa dan pilihan kata yang tepat akan berperan dalam menentukan keberhasilan promosi pariwisata, “ungkapnya.

Gaya bahasa dan pilihan kata yang baik dapat memberikan gambaran yang jelas dan menarik sehingga mampu memikat pembacanya untuk mengunjungi objek wisata tersebut.

Termasuk penggunaan gambar, tanda atau lambang dalam promosi pariwisata sangat menentukan keberhasilan promosinya.

“Objek wisata yang bagus, apabila dalam promosi pariwisatanya ditampilkan dengan gambar yang tidak jelas akan memberikan kesan negatif sehingga tidak menarik perhatian wisatawan “papar Dede.

Kemudian Dede juga sedikit menguraikan pendekatan teori McMannis yang menjelaskan   tentang teori pembentukan kata, seperti derivasi   (derivation), singkatan  (acronym),  backformation,  paduan kata (blending), pemotongan kata (clipping), coinage, Functional shift, Morphological  Misanalysis, dan Proper   Names.

“Contoh paduan kata (blending) dalam wisata kuliner di Jawa Barat, seperti Cireng (aci yang digoreng), gehu ( goreng tahu yang di dalamnya ada toge), cilok ( aci yang dicolok) dan yang lainnya, “pungkasnya

Penulis : Ifal Chandra

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda