Calon Penerima BLT di Desa Matapila Konut Dinilai Diskriminatif

34
Ilustrasi
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONUT – Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Matapila Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut) disinyalir hanya diperuntukan bagi orang terdekat kepala desa dan perangkat desa.

Pasalnya, terdapat beberapa kepala keluarga miskin, yang mestinya mendapatkan BLT, namun dikeluarkan tanpa alasan yang jelas.

Dari hasil pendataan, terdapat 74 kepala keluarga yang tercatat sebagai calon penerima BLT DD yang terkena dampak dari Covid-19. Belakangan, pemerintah desa mencoret 27 kepala keluarga, tanpa alasan yang pasti.

“Penetapan penerima BLT DD Matapila disinyalir diskriminatif, tanpa memperhatikan azas pemerataan dan kemanusian ditengan wabah Covid-19,” ungkap tokoh pemuda Matapila, Bima Putra, Selasa (05/05/2020).

Kebijakan DD BLT yang diberikan pada kepala keluarga miskin, sebagai upaya menguatkan daya beli masyarakat yang sedang melakukan stay at home dari kebijakan pemerintah yang mengharuskan warganya berdiam dirumah.

Ketua HMI Komisariat Fisip UHO itu, menjelaskan bila merujuk pada surat edaran Dirjen Pembangunan dan Pemerintahan Desa Kemendes, PDTT, nomor 12/PRI.00/IV/2020, perihal penegasan BLT DD, yang diperkuat dengan surat Mendes PDTT nomor 1261/PRI.00/IV/2020.

Sasaran penerima BLT adalah kepala keluarga miskin non PKH, bantuan pangan non tunai (BPNT), kehilangan mata pencaharian dan kelurga yang sakit menahun (kronis).

“Dari 27 KK yang dikeluarkan sebagai penerima BLT, terdapat puluhan KK yang memenuhi syarat sebagai penerima. Diantaranya KK miskin yang belum memiliki rumah sendiri dan tinggal dirumah orang tua namun dikeluarkan sebagai penerima,” kata Bima.

Lebih parah lagi, orang tua kepala desa yang mestinya tidak berhak mendapatkan BLT DD, malahan dimasukan sebagai penerima DD BLT. Padahal yang bersangkutan adalah imam masjid dan memiliki hunian layak huni, rumah tembok beratapkan seng.

Terpisah, pendamping lokal desa Matapila, Marlin, yang dikonfirmasi enggan menjelaskan secara rinci alasan 27 kepala keluarga miskin dikeluarkan sebagai penerima. Alibinya, penerima BLT DD yang disepekati berdasarkan hasil kesepakatan forum. “Itu hasil dari forum,” alibinya.

Camat Lasolo, Amrun, yang dikonfirmasi tak mau menanggapi kegelisahan masyarakat Desa Matapila. “Saya tidak tahu itu syaratnya, yang lebih mengetahui itu pendamping desanya,” apatis Camat Lasolo.

Penulis: Aripin Lapotende

Apa Komentar dan Pendapat Anda