Cak Imin Anggota DPRD Konsel Sambangi Kediaman Nenek Fatimah

107
Cak Imin (baju kuning) saat menyambangi dan berikan sembako kepada nenek Fatimah (FOTO: Agus/Redaksiana)
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONSEL – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Ahmad Muhaimin menyambangi kediaman nenek Fatimah di Desa Mataupe Kecamatan Andoolo Barat, Konsel.

Tujuan kedatangan Ahmad Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin ini untuk membawakan bantuan secara pribadi berupa paket sembako. Selain itu juga, mengecek langsung tempat tinggal nenek Fatimah (65) yang sempat ramai dikabarkan bahwa nenek Fatimah tinggal di gubuk bekas kandang ayam dan sapi.

Setelah melihat langsung kondisi yang sebenarnya dan mengobrol dengan nenek Fatimah serta kakak kandungnya, Cak Imin memberikan klarifikasi terkait kabar yang telah tersebar tentang nenek Fatimah yang hidup di gubuk tak layak huni ini.

“Saya kesini selain memberikan bantuan untuk nenek Fatimah juga sekaligus untuk melihat langsung kondisi yang sebenarnya tentang kabar bahwa nenek Fatimah tinggal di gubuk bekas kandang ayam. Setelah saya cek langsung dan berbincang-bincang tadi, saya klarifikasi bahwa hal itu tidak benar,” kata Cak Imin pada Kamis (21/05/2020).

Cak Imin mengatakan, nenek Fatimah sebenarnya tinggal bersama dengan kakak kandungnya di rumah layak huni, meskipun berdinding papan.

Sementara di gubuk tersebut yang letaknya tak jauh dari rumah kakaknya, hanya dijadikan sebagai tempat istirahat siang.

“Jadi di gubuk tersebut bukan untuk tempat tinggal menetap karena menurut keterangan kakaknya, selama ini kalau malam tidur di rumah bukan di gubuk itu. Dan alhamdulillah tadi waktu penyaluran BLT Dana Desa nenek Fatimah dapat juga,” jelasnya.

Sementara itu, kakak kandung nenek Fatimah, Akmar (70) kepada Redaksiana.id juga memberikan keterangan yang sama, bahwa adiknya (nenek Fatimah red) tidak benar tinggal di gubuk tersebut. Selama ini adiknya tinggal menumpang dengannya di rumah yang masih layak huni.

“Adik saya ini setelah pisah dengan suaminya saya ajak tinggal disini, dia adik bungsu saya dan memiliki dua orang anak. Itu hari sempat tinggal dengan anaknya tapi tidak baku cocok dengan menantunya. Disini saya tinggal hanya bertiga, saya bersama istri dan adik saya ini,” ucapnya.

“Dia memang kadang susah sekali dikasih tau, itu kadang saya jengkel, sempat saya marahi dia kenapa kamu begitu, bekas kandang kamu jadikan untuk tempat tidur. Saya kasih tau juga dia kalau kita belum dapat bantuan-bantuan dari pemerintah ya sabar aja nanti pasti dibantu kalau sudah waktunya,” tutup Akmal.

Saat awak media Redaksiana.id mencoba menanyakan alasan mengapa gubuk bekas kandang ayam dijadikan tempat tidur, nenek Fatimah hanya menjawab secara asal, bahwa katanya dia disitu sambil jaga ayam peliharaan mereka dan kadang suka memasak di gubuk tersebut.

Penulis: Agus Muhaimin

Apa Komentar dan Pendapat Anda