Busuk! Masyarakat Laeya Keluhkan Aroma Limbah Sawit Milik PT Merbau Jaya

24
Pabrik pengolahan kelapa sawit milik PT Merbau Jaya (FOTO: Istimewa)
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONSEL – Masyarakat Desa Laeya, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan bau busuk yang diduga berasal dari limbah pabrik kelapa sawit milik PT Merbau Jaya.

Salah seorang masyarakat Desa Laeya, Andi membeberkan, bahwa dirinya bersama masyarakat yang lain merasa sangat terganggu dan tak nyaman dengan bau tak sedap, yang tercium setiap hari dari kawasan pabrik pengolahan kelapa sawit PT Merbau Jaya.

Bau tak sedap tersebut telah tercium sejak awal Desember 2019 lalu, selama mulai beroperasinya pabrik milik PT Merbau Jaya. Sehingga, sangat mengganggu aktivitas masyarakat sekitar kawasan pabrik.

“Kami sebagai masyarakat sangat terganggu sekali dengan bau tak sedap yang ditimbulkan dari pabrik pengolahan kelapa sawit. Bayangkan bau tak sedap tersebut telah kami rasakan sejak beroperasinya itu pabrik, sekitar awal bulan Desember tahun 2019 lalu,” keluh Andi, Senin (11/5/2020).

Hal senada diungkapkan juga oleh Ketua BPD Desa Laeya, Martono. Ia sangat menyayangkan pihak perusahaan terkesan tak peduli, karena hingga sampai saat ini pihak PT. Merbau Jaya belum juga memberikan kontribusi atau kompensasi kepada masyarakat akibat dari bau limbah tersebut.

“Kami sangat menyayangkan pihak perusahaan yang terkesan tak peduli dengan masyarakat akibat bau limbah tersebut, karena sampai sekarang ini perusahaan belum pernah memberikan kompensasi kepada masyarakat, kalaupun ada sejauh ini saya belum tau,” katanya.

Dan untuk menindaklanjuti keresahan serta keluhan masyarakat, Martono sebagai Ketua BPD akan membuat konsep aduan yang akan dikirimkan ke pihak perusahaan.

Selain bau limbah, ia juga akan mengadukan polusi udara akibat debu yang ditimbulkan dari aktivitas mobil angkutan kelapa sawit.

“Dalam aduan tersebut selain bau limbah, kami masukkan juga keluhan terkait polusi udara akibat debu yang ditimbulkan dari aktivitas mobil pengangkut kelapa sawit. Kami harap pihak perusahaan dapat memberikan kompensasi dan kontribusi kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, dari pihak perusahaan PT Merbau Jaya sampai hari ini masih enggan memberikan komentar terkait persoalan ini.

Penulis: Agus

Apa Komentar dan Pendapat Anda