BPN Konawe Dinilai Lamban Mengurus  Program Sertifikat Redis

27
FOTO: Istimewa
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONAWE – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Konawe, dinilai lamban dalam mengurus program pengadaan sertifikat masyarakat Konawe melalui Resdistribusi Tanah (Redis).

Program Redis ini diusulkan sejak tahun 2019, namun sampai tahun 2020 ini masih ada beberapa desa di Konawe yang sama sekali belum menerima sertifikatnya tanpa alasan yang jelas dari pihak BPN Konawe.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Wawoone, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe. Dari 200 bidang sertifikat yang diusulkan ke BPN sejak tahun 2019 baru 57 sertifikat yang dikeluarkan, bahkan masih terdapat 143 sertifikat yang belum dikeluarkan dengan alasan yang tidak jelas.

“Setiap saya tanya itu sertifikat mereka bilang masi ditanda tangan di Kanwil Provinsi, sampai sekarang alasannya begitu terus, padahal berkasnya selesai sejak tahun 2019,” ujar Jamal Ahmad Kades Wawoone, saat ditemui, Senin (06/04/2020).

Lanjut Jamal, untuk usulan sertifikat beberapa desa di Kecamatan Wonggeduku, sejak tahun 2019 baru Desa Wawoone yang keluar sertifikatnya, itupun kata dia tidak semua desa yang lainnya belum ada sama sekali, contohnya di Desa Anggoro, Kecamatan Wonggeduku, Konawe.

“Kalau dulu kita urus sertifikat, tidak pernah menyebrang tahun tapi ini sejak tahun 2019 sudah bulan April 2020 belum keluar sertifikatnya, mungkin karena Kepala BPN jarang berkantor karena setiap kami mau temui dia tidak pernah ada di kantornya,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan Redaksiana.id, pihak BPN Konawe menjelaskan, hingga saat ini usulan sertifikat tersebut masih berada di BPN Provinsi dan belum ditanda tangan. Alasannya, orang yang bakal bertanda tangan sudah pensiun.

“Itu yang mau tandan tangan di BPN Provinsi sudah pensiun jadi kita masih tunggu siapa yang mau tanda tangan itu usulan, makanya kepala BPN Konawe tidak mau tanda tangan juga, jadi sekarang kita menunggu sampai selesai ditanda tangan,” beber salah seorang pegawai BPN Konawe yang enggan disebutkan namanya.

Untuk diketahui hingga saat ini kepala BPN Konawe masih belum bisa ditemui dan memberikan keterangan yang jelas soal keterlambatan penyerahan sertifikat masyarakat yang diurus melalui program Redis BPN Konawe.

Penulis: Rido

Apa Komentar dan Pendapat Anda