Berhutang Rp2,5 Miliar, Bupati Konsel Disomasi

152
Ilustrasi
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Kabar menghebohkan datang dari Pejabat Tinggi di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Siapa lagi kalau bukan Bupati Surunuddin Dangga.

Belakangan ini, Surunuddin harus mengelus dada lantaran di somasi oleh kantor pengacara dan konsultan hukum Ali Rajab, B, SH dan Rekan, pada 5 Maret 2020.

Somasi itu diketahui soal hutang piutang pada perhelatan pilkada Konsel tahun 2015 lalu.

Surat Somasi yang ditujukan kepada Bupati Konsel, Aksan Jaya Putra dan Adi Jaya Putra.

Dua orang putra orang nomor satu di Konsel ini, disebut-sebut sebagai peminjam uang dari Yusuf Contesa klien dari Ali Rajab, B, SH.

Jumlahnya pun sangat fantastis mencapai Rp2,5 Miliar yang diambil secara bertahap oleh Aksan Jaya Putra dan Adi Jaya Putra (Putra Surunuddin).

Bahkan somasi itu terlampir dalam lembaran surat pemberitahuan pelunasan hutang yang ditujukan kepada Bupati Konsel, Aksan Jaya Putra dan Adi Jaya Putra.

Menyoal somasi itu, Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga merasa geram dan mengancam akan membawa kasus itu ke rana hukum, sebab kata Bupati Yusuf Contesa telah melakukan pencemaran nama baik terhadap dirinya.

“Intinya saya tidak mengenal secara pribadi Yusuf Contesa, apalagi melakukan komunikasi terhadap dia. Dan saya tidak pernah meminjam uang itu seperti yang tertera dalam somasinya, hati-hati saya akan lapor balik atas pencemaran nama baik saya, karena saya tidak tau apa-apa kemudian nama saya dibawa-bawa oleh mereka, “tegasnya saat ditemui dikediamannya, Rabu (18/3/2020).

Kecemasan Surunuddin juga makin bertambah. Sebab memasuki perhelatan politik di Kabupaten Konawe Selatan, dia tak menduga akan ada fitnah yang disebarkan oleh orang yang diduga ditunggangi dengan kepentingan politik.

“Saya menduga bahwa langkah hukum yang dilakukan Yusuf Contesa ditunggangi dengan kepentingan politik. Sebab, somasi tersebut dilayangkan di moment menjelang Pilkada Konsel yang akan saya ikuti, “ucapnya

Tambahnya, “Sangat jelaa ini politis, karena jelang Pilkada Konsel. Dan orang yang bernama Yusuf ini sama sekali saya tidak kenal secara pribadi dan tidak pernah meminjam uang kepadanya. Untuk itu, atas somasi yang disampakan mereka, saya sudah pernah menyampaikan kepada yang bersangkutan untuk menemui saya di Kantor Bupati Konsel di Andoolo. Tetapi hingga kini tidak pernah datang, ”bebernya

Namun terkait pinjaman uang miliaran rupiah, Surunuddin mengakui jika dirinya meminjam uang sebesar Rp2,5 miliar dalam perhelatan Pilkada 2015 lalu, namun bukan dari Yusuf Contesa.

“Memang saya pernah meminjam uang sebesaf Rp2,5 Miliar, Tapi saya pinjam uang itu sama Asrun, dan saat ini saat jaminkan sertifikat rumah saya, jadi jangan asal bicara itu Yusuf, “kesalnya

Meski demikian ia mengaku bahwa Yusuf pernah menemui dirinya dengan kepentingan ikut tender proyek di Kabupaten Konawe Selatan.

Sehingga sebagai pemerintah dan Bupati di wilayah itu Ia pun menyampaikan, bahwa siapapun yang ingin mengerjakan proyek disana akan dipersilahkan jika memenuhi syarat dalam kualifikasi tender.

“Saya curiga asalnya dari situ saat Yusuf ini ikut tender jembatan di Aepodu tapi tidak menang. Karena waktu itu panitia menilai jika perusahaan yang dimaksud tidak memenuhi kualifikasi. Kan aneh masa pembesian jembatan mau dikurangi besarannya. Jika dia yang menang saat itu, yakin jembatan yang dibangunnya itu tidak cukup lima tahun sudah rusak, dan pasti akan mengancam nyawa warga, ”bebernya

Kemudian saat disinggung soal Rian yang beberapa kali menerima uang dari Yusuf Contesa,
Dan sisebut dalam somasi merupakan sesprinya, Surunuddin mengatakan bahwa Rian merupakan supirnya.

Begitu pun dengan soal Fatmawati Faqih yang juga disebut dalam surat somasi ini, Surunuddin memastikan tak pernah menyuruh mantan Kepala BPKAD Kota Kendari itu, untuk mengambil uang senilai Rp1 miliar kepada Yusuf Contesa.

Selain itu ia juga telah menyampaikan kepada dua putranya jika merasa pernah menerima uang dari Yusuf agar segera membayarkannya.

“Saya sudah kasih tau Aksan dan Adi kalau memang punya utang silahkan kalian panggil orang itu dan bayar itu semua, jangan nama saya yang dibawa-bawa karena saya tidak ada hubungannya dengan persoalan itu, “jelas Surunuddin.

Kemudian saat coba dikonfirmasi perihal tanggapan Bupati Konsel Surunuddin, Ali Rajab
Melalui WhatsApp mengatakan, bahwa sah-sah saja jika Surunuddin Dangga membantah semua materi somasi pihaknya, itu merupakan hak pribadinya untuk menyampaikan bantahan ke publik.

“Tidak ada masaalah kalau beliau mau membantah. Yang jelas, kami memberikan waktu selama satu minggu untuk menyelesaikan pinjamannya kepada klien kami secara baik-baik, “ucapnya

Penulis : Tim

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda