Berada di Jetty Paramitha KTT Naik Pitam, Siapa Pemilik 22 Alat Berat yang Disegel Polisi?

215
Design Redaksiana.id
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KENDARI – Polemik 22 penyegelan alat berat yang disebut-sebut milik PT. Natural Persada Mandiri (NPM), rupanya menuai tanda tanya besar.

Penyegelan oleh pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa (31/3/2020) kemarin, diduga karena NPM telah melakukan penambangan ilegal dilahan milik PT. Bumi Sentosa Jaya (BSJ) yang berada di blok Desa Boedingi, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Namun hal itu dibantah oleh Manager Operasional PT NPM, Reinesans Pasali, saat ditemui swak media, Kamis (2/4/2020).

“Kami tidak pernah melakukan penambangan ataupun mobilisasi alat berat ke lokasi IUP PT BSJ, ataupun mobilisasi karyawan untuk melakukan penambangan disana. Kami belum pernah beroperasi di lokasi itu. Kalau sosialisasi benar, di bulan Maret kami didampingi oleh owner kami sebatas sosialisasi, “tegasnya

22 alat berat yang disegel polda sultra.

“Dan kami juga klarifikasi bahwa alat itu bukan milik kami. Kami tidak mengetahui alat berat milik perusahaan mana yang disegel Polda Sultra¬† makanya kami juga kaget saat liat dipemberitaan, “herannya

Alih-alih ternyata, alat berat yang disegel dan diberi garis police line itu, rupanya berada di Terminal Khusus (Tersus) / jetty milik PT. Paramitha Persada Tama (PPT).

Saat media redaksiana.id mencoba untuk konfirmasi terkait hal itu, nomor Handphone milik Humas PT. PPT, Muh. Safriansyah rupanya tidak aktif.

Selanjutnya, saat dihubungi melalui via seluler, Kepala Teknik Tambang (KTT), Zainal mengaku tak tahu menahu soal itu sembari mengarahkan media ini untuk menanyakan ke pihak lain.

“Oh nda paham saya itu pak, tanya saja langsung dilapangan, karena itu perusahaan luar, “ujarnya

Saat ditanya soal pemilik alat berat itu malahan
KTT PT. Paramitha ini makin naik pitam dan meminta mencari informasi dimedia yang telah mempublish terkait hal tersebut.

“Itu saya nggak tahu, sudah ada di media sudah banyak berita di media, perusahaan dari mana apa, mending kesana pak, “jelas Zainal

Zainal pun makin emosi saat ditanya perihal 22 alat berat yang disegel Polda Sultra di jetty PT. PPT tersebut.

“Konfirmasi aja ke dia, tidak ada hubungannya dengan Paramitha, itu salah kalau bapak minta komentar saya, karena itu bukan perusahaan kita, iya petugas yang bawa alat itu ke jetty kita justru kita mau komplen ke mereka, “ungkapnya dengan nada emosi.

Padahal, selaku KTT PT. Paramitha, Zainal seharusnya paham soal tupoksinya sebagai perpanjangan tangan pemerintah dengan SK yang diamanatkan dari Dinas ESDM.

Dengan artian segala ativitas dan persoalan yang ada di PT. PPT harusnya diketahui oleh KTT.

Justru parahnya lagi, KKT Paramitha ini makin mengelak dan melontarkan bahasa yang kurang baik kepada awak media.

“Ah ngomong aja bapak didodolin, ok yah saya tidak ada waktu soal itu, “ucap Zainal sembari mematikan wawancara telponnya.

Kemudian ditempat terpisah, masih dikonfirmasi melalui via seluler, Thomas selaku Direktur Utama (Dirut) PT. Paramitha Persada Tama, juga tidak mengetahui soal itu.

Malah pemilik Izin Usaha Penambangan (IUP) perusahaan itu enggan memberikan komentar banyak soal penyegelan 22 alat berat di jetty miliknya tersebut.

“Oh soal itu sy tidak tau,nanti ke Humas saja, “singkatnya

Untuk diketahui 22 alat berat milik PT. NPM disegel dan diberi garis police line itu terdiri dari 19 Ekskavator, dua Dozer D85 dan satu Vibro.

Laporan : TIM

Apa Komentar dan Pendapat Anda