Baru Lima Bulan Rampung, Jembatan Anese Sudah Rusak

72
Tampak aspal ruas jembatan yang amblas dan bergelombang (FOTO : Agus/Redaksiana)
redaksiana.id redaksiana.id

REDAKSIANA.ID : KONSEL – Baru lima bulan selesai dikerjakan, Jembatan Anese yang terletak di jalan poros Desa Anese, Kecamatan Andoolo Barat, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) kondisinya sudah mengalami kerusakan.

Kerusakan parah terlihat jelas pada bagian aspal yang mulai turun di bagian ujung jembatan yang terhubung dengan ruas jalan. Kondisi ini membuat kendaraan yang melewati jembatan ini harus berhati-hati.

Hal tersebut sangat disayangkan dan dikeluhkan oleh banyak masyarakat, khususnya yang berada di Desa Anese.

Ketua Lembaga Pemerhati dan Perlindungan Hak Asasi Manusia (Leppham) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Purnomo turut menyoroti hal ini. Ia sangat menyayangkan proyek jembatan milik Dinas PU Provinsi yang bernilai milyaran tersebut terkesan dikerjakan secara asal-asalan.

Hal itu terbukti dengan amblasnya aspal ruas jembatan yang berada pada kedua ujungnya. padahal belum cukup lima bulan pengerjaannya.

Purnomo menduga, amblasnya aspal tersebut dikarenakan timbunan pada ruas jembatan yang tidak padat, sehingga saat diguyur hujan terus menerus mengakibatkan material timbunan menjadi turun dan berdampak pada aspal yang mulai retak serta ikut amblas dan menjadi bergelombang.

“Ini diduga waktu mengaspal tidak dilakukan pemadatan secara maksimal sehingga material timbunan di bawah yang belum padat menjadi turun saat hujan seperti sekarang ini,” kata Purnomo, Senin (18/05/2020).

Selain itu, masih terdapat item-item pekerjaan yang belum tuntas, diantaranya seperti timbunan talud di sisi kiri kanan jalan yang belum sepenuhnya terisi hingga menimbulkan rongga-rongga berlubang dan rambu tiang beton yang belum rampung terpasang.

Ia pun meminta kepada pihak kontraktor dan Dinas PU Provinsi Sultra untuk segera memperbaikinya. Dikarenakan pekerjaan tersebut masih ada masa pemeliharaannya, jika hal ini dibiarkan dapat membahayakan bagi pengguna jalan yang melintasi jembatan itu.

“Karena ini belum cukup enam bulan jadi masih ada masa pemeliharaannya, ada retensinya yang digunakan untuk anggaran pemeliharaan. Jadi diharapkan kepada pihak kontraktor untuk segera memperbaikinya,” ucapnya.

“Jika tetap dibiarkan maka saya selaku aktivis tidak akan tinggal diam karena ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Jangan tunggu nanti ada yang kecelakaan baru diperhatikan,” tuntut Purnomo.

Hal senada diungkapkan juga oleh salah seorang warga Desa Anese, Ismail. Ia mengeluhkan terkait amblasnya aspal ruas jembatan tersebut.

Banyak pengendara yang harus berhati-hati ketika melintasi jembatan tersebut, bahkan ada yang hampir mengalami kecelakaan karena tidak mengira ada ruas aspal yang amblas.

“Ini amblasnya sudah mulai agak dalam sehingga sangat membahayakan masyarakat yang sedang melintas. Apalagi lekukan amblasnya ini aspal tidak terlalu kelihatan dari jauh sehingga banyak yang melakukan pengereman mendadak saat tahu ada jalan yang amblas. Saya harap segera diperbaiki sebelum makin parah kerusakannya dan menimbulkan korban,” harap Ismail.

Penulis: Agus Muhaimin

 

Apa Komentar dan Pendapat Anda